Surprise  surprise when I first try to sip the traditional drinks, named Aia Kawa in  West Sumatera. It was made from the coffee leaves, not from the coffe beans. It was thinner than the usual coffee but still had the flavour. Why they use the leaves? This unusual  habit  started since the colonialism era. Farmers and local people were not allowed to use the beans, they were all to  be sold to the authorities in low prices.

Adding to its  unusual origin, people drinks the Aia Kawa from a coconut shell.

 

Indonesian

Surprise sekali ketika pertama mengecap minuman yang baru kudengar namanya di Sumatera Barat. Minuman bernama Aia Kawa ini rasanya seperti kopi yang sangat encer, seperti teh manis rasa kopi. Minuman dari tanaman kopi ini tak seperti lazimnya kopi yang terbuat dari biji kopi, tetapi dari daun kopi yang dilayukan. Aia Kawa ini diminum dengan menggunakan batok kelapa sebagai cangkir.

Kusangka minuman ini hanya ada di Sumatera Barat. Ternyata tidak.

Suatu kali ketika berbincang dengan mama, beliau cerita di kampung kami di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ada minuman terbuat dari  daun kopi dan diminum  dengan batok kelapa pula. Aku kaget, karena tak tahu hal ini, (maklum kalau pulang kampung hanya beberapa hari saja) dan beliau pun kaget ketika  kutunjukkan foto ini. Sama-sama kaget dong ….he..he… Dua daerah yang bertetangga ini ternyata punya kebiasaan yang sama. Mungkin yang membedakan hanya di kampung kami penduduk minum di rumah saja, sedang di Minangkabau sudah dijual di tempat umum.