Nikmatnya macet di ibukota. Macet di ibukota ya kok dinikmati … Ya iyalah  daripada buat mumet dan membuat tambah stress, nanti jumlah orang stress di Ibukota makin meningkat. Dalam mobil aku dan anak-anak bisa melewatinya dengan berbagi cerita.  Kalimat di bawah ini kurasa cocok untuk situasi atau keadaan yang dapat menimbulkan tekanan, kudapat dari seorang  psikiater, narasumber di sebuah  pertemuan. Artikan sendiri saja ya…

Handle every stressful situation like a dog, if you can’t eat it or play with it, just pee on it and walk away

Kemarin seharian jalan ibukota macet karena ada demonstrasi di depan gedung DPR/MPR  ditambah lagi hujan sangat derasnya mengguyur jalan sejak dari pinggiran sampai di pusat kota. Alhasil, genangan air segera terjadi karena situasi drainase kota kunilai  rapuh (delicate). …bisa ya delicate diartikan untuk ini?  Anggap sajalah bisa,  he..he… karena arti dari delicate itu memang banyak.  Ditambah lagi  ada batang pohon yang patah ke badan jalan, jalan pun semakin menyempit. Menghindari itu kubawa kendaraan melalui jalan alternatif, eh…sama saja, ada genangan juga. Maka, jarak tempuh yang seharusnya cuma setengah sampai satu jam dalam keadaan cuaca cerah, kali ini sampai empat jam.

Untunglah anak-anak juga sabar saja dengan situasi ini, tidak mengeluh. Sulung tekun mendengarkan musik. Bungsu yang duduk di depan dan sedang asyik selca kuminta mengambil gambar dengan telepon genggamku ketika kulihat warna hitam putih di cakrawala, karena mama sedang mengemudi. Langit gelap hitam yang menurunkan hujan sangat deras  dan mengaburkan pandangan dari arah kami datang terlihat sangat kontras dengan langit cerah di arah pusat kota. Tetapi langit cerah itu tak bertahan lama, hujan lebat pun rata  menyiram ibukota. Setelah itu beberapa kali kuingatkan si adek untuk mengambil gambar lainnya. Jadi,semua  foto  ini  adalah hasil bidikannya.

Selain  mengambil gambar, kuminta adek membacakan komentar yang masuk di blog ini, rupanya komentar teman-teman pun  bisa memicu  diskusi meriah sehingga semakin cair saja suasana di dalam ruang  kabin yang sempit itu. Sampai tak terasa akhirnya kami sampai di tujuan.