Cuci mata  lagi yuuk…. Sekarang ganti cuci mata pindah tempat dari outlet peranti rumah tangga ke pameran  kain-kain cantik dari Kalimantan.  Pameran ini menampilkan kain-kain  adati indah yang dipamerkan di Museum Tekstil bertajuk Wastra  Borneo, the Beauty of Diversity. Kain-kain yang dipamerkan ini beragam karena kain dari pesisir dan pedalaman berbeda jenisnya. Iya, setiap bulan di museum ini menyajikan pameran-pameran menarik, jadwalnya bisa dicek di situsnya langsung.

IMG_6787
Pameran Wastra Borneo ini sudah berlangsung dari awal bulan dan  berakhir 16 Juni. Kain-kain yang ditampilkan di pameran ini  adalah koleksi museum dari  4 propinsi di Kalimantan (Kalimantan Utara tidak hadir, propinsi perluasan dari propinsi Kalimantan Timur ini mungkin sudah diwakili oleh  museum KalTim) ditambah koleksi museum dari Sarawak, Malaysia dan   koleksi perorangan.

IMG_6758

Dari Kalimantan Timur antara lain ada busana takwo yang terdiri dari pakaian atas berupa jaket lengan panjang berpanel  dan bawahan dari batik, kostum ini pengaruh dari Jawa karena pengaruh hubungan politik dan perkawinan sejak tahun 1300an,  ada juga ulap doyo karya suku Benuaq (tenunan dari serat daun tumbuhan doyo atau anggrek tanah). Dari Kalimantan Barat ada Indulu, berupa ikat pinggang berumbai panjang milik masyarakat Iban, Pua Kumbu (selimut merah suku Iban yang berasal dari Sarawak – Malaysia dan Kalbar), ada juga berbagai  Lunggi / sarung. Alhamdulillah di sini bisa lihat kain sarung Sambas yang terkenal itu, jadi sudah tidak penasaran lagi dengan komentar Niee tentang kain Sambas.

Dari Kalimantan Selatan ada Kakamban (penutup kepala) bermotif sasirangan. Sasirangan itu adalah teknik dekorasi kain. Ragam hias berupa garis digambar lebih dulu pada kain, dijahit dengan benang lalu benang ditarik dan diikat  sehingga nantinya kain di bawahnya  tidak menyerap warna ketika dicelup. Hasilnya berupa garis-garis bergelombang yang cantik menawan.

Pameran Wastra Borneo

 

Selain kain yang ditenun dengan teknik tenun lungsi dan pakan, juga ada kain dari kulit kayu. Cara membuatnya yaitu dengan membersihkan kulit kayu berserat, lalu dipukul-pukul sampai ada serat yang bisa ditarik. Kemudian serat ini dibentangkan pada batang kayu, demikian terus ditambahkan serat-serat berikutnya sampai bisa terbentuk selembar kain. Dekorasi kain serat kayu tiap-tiap suku di bagian pedalaman ini khas sehingga dari dekorasinya bisa dilihat asal suku.