Di artikel  Travel Theme : Mystical  yang menampilkan foto bersuasana  mistis (?)   Imam Boll menulis : ” kalo pengen yang lebih mistik lagi ya nanti dikasih foto tentang makam makam kuno gitu mbak ^^.

Nah, memang kumiliki beberapa foto makam tua dari jaman Belanda yang terkumpul di Museum Taman Prasasti Jakarta. Hanya belum lengkap, karena foto-foto ini diambil dari jauh (kecuali foto meriam yang terletak di pinggir jalan). Bagian dalam taman ini belum kumasuki, karena tak berani ke sana sendiri he..he… Meski me time untukku itu berada di museum, ke sini tanpa teman  rasanya bagaimana gituuu …terpengaruh cerita sih. Apalagi pernah mengajak teman kerja pria ke sini lagi, dia tak mau, cukup sekali saja,karena merasa terbayang makam, he..he… Di sini juga banyak anak nongkrong, anak  sekolah yang kabur atau kumpulan anak muda lainnya, jadi makin tak berani jalan sendiri, kayaknya mesti ajak Una nih.Museum Taman Prasasti

 

Museum ini berdampingan dengan kantor Walikota Jakarta Pusat. Kabarnya lahan perkantoran di sekitar sini memang pernah jadi bagian dari pemakaman kuno ini. Dahulu luas lahannya mencapai  5,5 hektar (tahun 1795) , tetapi kini tinggal 1,2 hektar saja. Nisan dan isinya sebagian ada yang dipindahkan kerabatnya, ada juga yang dipindahkan ke kawasan lain di Jakarta.

museum taman prasasti

 

Jadi, foto-foto ini kuambil dari balik pagar, dari arah mesjid di kantor walikota. Dari sini jelas sekali terlihat. Kurasa pemakaman ini tak lagi seram, seperti yang pernah ditonton di klip atau film. mungkin karena pagar teralis tembus pandang dan  pohon-pohon besar tak terlalu rapat, jadi suasana terang benderang tak suram. Tapi sempat terbersit kecewa, kok jadi  kecil, kok tak terlihat kuno.  Museum ini pada bulan Oktober lalu sedang direnovasi, kabarnya banyak patung dan nisan yang rusak terkena pohon tumbang yang  tertiup angin.  Renovasi dilakukan sepertinya menjadi taman  modern dengan jalan setapak,dan  dibuat lebih tertata.

Taman Prasasti Jakarta

Vandalisme di makam tua taman prasasti

Museum ini berupa ruang terbuka,  mana ada kuburan di ruang tertutup ya …, eh ada kok.., tapi di Italia sana, di ruang bawah  tanah  Basilika Santo Pietro. Kuburan dijadikan  cagar budaya  karena seni ukir prasasti di nisan dan bermacam ukiran  dan pahatan berbagai bentuk yang menghiasi makam.

museum taman prasasti

 

Menuju lokasi ini di jalan Tanah Abang I, cukup gampang. Naik saja busway jurusan Blok M – Kota. Jika turun di halte Monas / Museum Nasional bisa jalan kaki atau naik ojek, atau naik mikrolet M 08 dari Tanah Abang. Bisa juga turun di halte busway Sawah Besar kemudian disambung naik mikrolet Kota-Tanah Abang, turun persis di depan museum. Hanya rute ini agak berputar, jadi lebih lama.

Ada lagi  makam kuno Belanda di Jakarta, Ereveld , di Menteng Pulo, kabarnya bagus sekali, hanya makam ini masih dikelola Belanda dan hanya ahli waris yang boleh masuk dan tak boleh difoto pula.

Selain itu yang sering didatangi wisatawan  ada pemakaman umum di Petamburan dekat RS Pelni. Di sini belum ditetapkan sebagai  cagar budaya, tetapi ada kuburan unik dan megah. Kuburan bertahun 1927  itu dinamakan Maosoleum. Kuburan dari Oen Giok Khouw ini memiliki kubah penutup makam setinggi 9 meter terbuat dari marmer hitam.