Tsunami akibat letusan gunung Krakatau tahun 1883.Letusan gunung Krakatau tahun 1883 yang dahsyat itu kabarnya sempat menggelapkan dunia dan juga menimbulkan tsunami. Seperti juga tsunami yang pernah melanda propinsi Aceh yang mendamparkan kapal laut ke daratan, tsunami akibat letusan Krakatau ini menmbawa rambu laut ke bukit yang jaraknya dari pantai kira-kira 5 km. Oom abang cerita dahulu dia sering bermain menaiki rambu laut ini yang ada di sebuah bukit di wilayah Teluk Betung, Bandar Lampung. Sekarang, rambu laut (rambu yang dipasang di laut untuk keperluan pelayaran) ini bisa dilihat di halaman depan Museum Lampung di jalan Teuku Umar Bandar Lampung.

 

Rambu Laut

Rambu Laut

Diorama letusan gunung berapi Krakatau tahun 1883 itu juga ditampilkan di lantai 1 Museum Lampung. Di latar depan itu ada batuan yang terlempar dari dalam kawah gunung Krakatau.

Museum Lampung ini berlantai dua. Lantai pertama menampilkan benda-benda bersejarah yang ditemukan di berbagai daerah di propinsi Lampung. Antara lain artefak yang ditemukan di situs megalitik Pugung Raharjo seperti arca, batu bergores dan menhir. Ada pula prasasti dari jaman kerajaan Sriwijaya.  Benda bersejarah tak terlalu banyak, mungkin karena sampai saat ini masih terus dilakukan ekskavasi di beberapa tempat. Di lantai dua koleksi yang ditampilkan berupa benda-benda etnografi  hasil kebudayaan dari berbagai daerah seperti alat musik Gamolan, pakaian adat, benda-benda perlengkapan upacara adat, dll.

Museum Lampung

 Di halaman museum Lampung juga bisa ditemui rumah adat  Lamban Pesagi. Rumah adat  dari daerah Kenali ini adalah rumah rakyat biasa. Rumah ini berbentuk  persegi empat hampir bujur sangkar (pesagi),  tingginya dari permukaan tanah kira-kira 2 meter. Di belakangnya ada sebuah lumbung kecil tempat penyimpanan bahan pangan.

rumah adat Lampung

Lamban Pesagi, rumah adat Lampung