20140130-000523.jpg

Hari pertama di Ranah Minang itu harus dimaksimalkan, tujuan utama memang mau baralek, tapi jalan-jalan jangan dilupakan dong he..,he… Makanya sengaja sarapan di rumah makan dekat air terjun Lembah Anai, atau orang sana menyebutnya desa Aia Mancua. Sarapan yang terlambat, jam 11an, langsung hajar gulai otak dan teman-temannya, wk..wk… Dan untungnya sopir mobil travel dari bandara mau menunggu kita foto-foto narsis dulu di air terjun yang terletak di tepi jalan raya Padang-Bukittinggi itu.

20140129-214718.jpg

Perjalanan antar kota itu tak terasa membosankan karena kita nanggap Inon yang ekspresif itu untuk cerita sambil nyusun strategi kapan Bunda Lily akan muncul untuk buat surprise capeng (calon pengantin). .Sampai di Bukittinggi antar papanya Inon ke kampungnya dulu untuk merawat nenek Inon yang sedang sakit. Lagi-lagi setelahnya sang supir mau saja diajak jalan lewat Koto Gadang, dan mampir foto-foto lagi di sebuah bangunan bagonjong, barulah setelahnya menaruh barang kami di wisma PLN yang dipesankan emak (dan dibayarin pula lho.., capeng ini emang nyervis kita banget deh.., terpaksa diomelin dulu baru mau diganti biaya yang sudah dikeluarkan, apalagi Inon kan baru dapat bonus tahunan wk..wk..).

Atur-atur rencana kita langsung menuju Aia Angek, Padangpanjang. Mobil travel bandara akhirnya disewa saja seharian supaya bisa capcus ke mana saja. Rumah Puisi Taufik Ismail akhirnya bisa dimasuki setelah pada kunjungan sebelumnya (TDRM I – 2012 – Bukittinggi si sexy nan menawan) hanya bisa menikmati bagian luarnya saja. Lokasinya lebih tinggi dari jalan utama dengan tanjakan terjal, udara sejuk dan punya lansekap yang asriΒ  dengan semarak bunga dataran tinggi berwarna-warni. Di luar ruang ada tiang-tiang tempat menggantungkan poster nukilan puisi dari sastrawan terkenal.

IMG_5988

Isi Buku Tamu dulu dong

Di dalam Rumah Puisi ada perpustakaan dan juga tempat untuk diskusi dan belajar sastra dan kebudayaan. Kenyataannya kini di sekolah lanjutan semakin jarang pelajaran mengarang, maka hal itu yang coba diseimbangkan. Pelajar yang berminat di bidang tulis menulis bisa dibimbing di sini. Di dalam ruangan banyak digantungkan poster potongan puisi karya pak Taufiq Ismail sendiri dan sastrawan lain, juga ujaran-ujaran inspiratif dari orang-orang terkenal.

IMG_6001

Proses seorang blogger kondang mendapatkan ide tulisan, dalam waktu hanya 5 menit memandangi poster sudah ada 7 ide tulisan, tak heran di drafnya Bunda Lily punya 1000an tulisan siap terbit, di samping sudah terbit 3 buku plus 1 buku dalam proses

 

IMG_6009

Tamparan buat blogger malas sepertiku

IMG_6022

Para pelajar sedang dapat bimbingan

1658249_10202155981174711_2081822976_o

Suasana luar ruang

Di kompleks ini ada Taman Budaya Fadli Zon yang juga sebagai hotel. Lobby hotelnya cozy dihiasi aneka benda seni.

IMG_6049

1780043_10202155982894754_838822132_o

 

Sempat juga tercetus ide buat menginap di sini, lihat saja terasnya begitu menarik berlatar belakang panorama Sumatera Barat yang elok. Kami sempat berlama-lama di sini menikmati suasana. Senangnya bisa bersantai di sini lalu membenamkan diri diperpustakaannya. Sayangnya lokasinya cukup jauh dari rumah pengantin, dan barang kami sudah ditinggal pula.

Leyeh-leyeh di teras cantik

Leyeh-leyeh di teras cantik

.

Sepulang dari sini mampir sebentar ke Pande Sikek belanja sedikit oleh-oleh dan disambung makan lamang jo duren.