bermanja pada emak

bermanja pada emak

Kurang lebih dua minggu yang lalu sehabis waktu azan  isya, terdengar suara berisik di depan rumah. Suara itu gaduh seperti ada yang sedang menyeret  sesuatu. Kucari  asal suara itu. Ternyata, …  suara itu berasal dari tempat sampah. Di luar  ada  seekor induk kucing dan empat ekor anaknya di dalam kardus yang sudah kubuang di tempat sampah. Empat kucing kecil itu sepertinya belum lama dilahirkan, matanya masih terpejam rapat.

Esok paginya kulihat lagi, kardus sudah tak ada, tetapi kucing-kucing kecil itu tidur pulas di dasar bak sampah. Kardus sudah diambil pemulung. Sore hari malah sang induk memindahkan bayinya ke teras rumah. Kucing-kucing kecil ini kemudian dipindahkan si kakak ke dalam kardus, tetapi dikeluarkan lagi oleh sang induk, akhirnya dikasih alas keset bekas supaya mereka tetap hangat.

Anak-anak senang sekali, mereka mendapat tontonan baru. Apalagi si kakak sudah minta anak kucing sebagai hadiah ulang tahunnya ke 17 sebentar lagi.  Kami agak keberatan, karena ada riwayat alergi di keluarga, sehingga tak ada boneka berbulu ataupun karpet di rumah kami

Sejak kemarin, sepanjang hari kucing-kucing kecil ini mengeong terus. Induknya tak pulang-pulang. Mungkin kelaparan ya. Si kakak membuatkan susu tetapi mungkin mereka belum bisa minum sendiri. Makanya si kakak bergantian menyendoki susu langsung ke mulut kucing mungil. Apakah sudah waktunya sang induk  menyapih? tetapi mereka berjalan pun masih oleng, bagaimana bisa cari makan sendiri.

Akhirnya si induk memang datang juga, tetapi hanya di balik pagar. Bayi kucing masih terus mengeong, tetapi mama kucing bergeming. Suara berisik mengeong baru hilang  ketika mereka diletakkan saling bertumpuk. Kasihan, kedinginan ya cing ?

Rumah kami sudah beberapa kali kedatangan tamu tak  terduga ini, tetapi tak pernah selama ini.  Bahkan dulu, ada yang dilahirkan dalam lemari pakaian. Terpaksalah baju-baju itu dibuang.

Ada  kejadian seperti ini pernah  sahabat  alami ?