Selepas check  out  dari Kampung Sumber Alam  di jalan Raya Cipanas, kami harus mundur  kembali ke arah  Nagrek. Kami ingin ke Situ Cangkuang yang terletak antara Nagrek – Garut. Lokasi Situ Cangkuang tepatnya di kecamatan Leles. Kurang dari  setengah jam dari Cipanas  sudah sampai Leles,  lalu mengikuti petunjuk jalan  berbelok ke kanan. 2 km melewati  jalan kecil yang kondisinya sedang,  tetapi harus perlahan ketika berpapasan  dengan kendaraan lain akhirnya membawa kami ke lahan parkir obyek wisata Situ Cangkuang. Untuk masuk kawasan Situ membayar tiket  3 ribu rupiah per orang. 

Rakit di Situ Cangkuang

 

Rakit Situ Cangkuang

Situ Cangkuang adalah sebuah danau kecil yang dalamnya kira-kira 2 meter. Di tengah situ ada pulau kecil yang  terdapat Cagar Budaya Candi Cangkuang dan Kampung Pulo.  Debit air situ ini kurasa sudah berkurang karena  kulihat pulau ini tak benar-benar berbentuk pulau  sebab  di bagian utaranya   sudah dangkal yang menghubungkannya dengan  daratan dan dibuat sawah.

Situ Cangkuang Garut

Untuk menyeberang ke pulau ada rakit  bambu. Sebetulnya aku merasa khawatir naik rakit, kubayangkan rakitnya kecil sekali  (aku komentar ketakutan di blognya mbak   Bintang Timur he..he..).  Rasa takut itu seharusnya tak patut mengalahkan rasa penasaran mengunjungi Candi Cangkuang. Ternyata  rakit cukup besar dan terbuat dari bambu berdiameter besar dan panjang, ada tempat duduknya pula. Kuperhatikan cara pengayuh rakit  bekerja, galah bambu yang  ditancapkan  ke dasar situ tak terlalu  panjang, berarti situ ini tak dalam sekali, kalau dalam harus mengayuh dayung kan? . Jadi aku cukup merasa nyaman selama kurang lebih 10-15 menit duduk di rakit.

Ongkos menyeberang 4 ribu rupiah pulang pergi. Satu rakit itu bisa memuat  kira-kira 20 orang. Ongkos dibayarkan ketika sudah kembali dari pulau, berarti harus menunggu semua penumpang lengkap. Tapi karena kami masih akan melanjutkan perjalanan tak berlama-lama menunggu yang lainnya. Tukang rakit meminta ongkos 30 ribu rupiah sudah termasuk ongkos berangkat.

Rakit dan Pengayuhnya

 

 

 

Sampai di pulau para penumpang rakit disambut oleh deretan pedagang souvenir dan makanan. Souvenir yang dijual cukup unik,  ada miniatur rakit, candi, rumah adat  dan aneka souvenir lainnya. Pulau ini sangat hijau dipenuhi dengan pohon-pohon raksasa yang mungkin sudah berusia puluhan tahun. Menyejukkan.

Situ Cangkuang Garut