Sate Danguang-danguang

Sate Danguang-danguang  berdengung di telinga ketika diajak mencicipi masakan khas dari Payakumbuh ini beberapa waktu lalu. Sebetulnya sudah pernah makan sate ini sewaktu di Bukittinggi.., tapi aku masih belum merasa pas, ternyata makan di daerah asalnya lebih terasa mantapnya. Danguang-danguang itu nama salah satu desa di Payakumbuh.

Sate dari Sumatera Barat itu ada tiga macam, berasal dari 3 daerah berbeda, sate Padangpanjang ( yang sudah punya banyak cabang di ibukota dan daerah lainnya yaitu seperti sate Mak Syukur), dan juga sate Pariaman (yang biasa sebut sate Padang ya sate dari Pariaman ini). Berbeda nyata memang penyajiannya. Sate Danguang-danguang daging sate disajikan dalam jumlah besar di piring terpisah dari bumbunya,  biasanya dimakan dengan kerupuk jangek (kerupuk kulit).  Tak usah dihabiskan sate sepiring itu, karena hanya dihitung berapa tusuk yang dimakan. Rasa satenya  mirip-mirip dengan empal daging, berbumbu dan gurih, kuah satenyapun berbeda, agak lebih manis dan tidak pedas.

Di Payakumbuh juga ada martabak khas bernama martabak Kubang. Kubang juga nama desa di wilayah Payakumbuh. Kebetulan penjualnya berdekatan, jadi makannya bisa kongsian sama Inon, asyik kan jadi bisa mencoba kedua jenis makanan terkenal ini. Di beberapa restoran Padang di Jakarta juga ada yang menjual martabak Kubang ini. Martabak ini kalau di Jakarta dikenal dengan nama martabak telor tetapi martabak Kubang ini lebih berbumu karena terasa cita rasa kari.   Rasanya ya pastilah mak nyus,…..

Mari disantap….