Merancang  itinerary perjalanan itu sesuatu yang sangat menggairahkan. Rasanya kadar adrenalinku meningkat pada saat itu. Di sela-sela kesibukan membuat persiapan audit,  ambil waktu sekejap  searching cari hotel, trasnportasi dan obyek wisata. Kepala yang dipenuhi pikiran dan berbagai rencana ini itu terkait rute wisata Solo dan Yogyakarta sambil berhitung dengan budget.

Waktu yang pas untuk liburan sekeluarga itu hanya ada setelah puskesmasku  selesai audit ISO. Sesudahnya anak-anak  yag sudah beranjak menjadi dewasa muda akan memulai aktivitasnya lagi. Makanya tak banyak blogger yang sempat kuhubungi.

Candi Cetho Karanganyar

Tahun ini tujuan wisata keluarga kami kembali ke  propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penasaran dengan kota keraton Surakarta yang sarat wisata budaya dan tentu saja wisata kuliner kota Solo tersebut. Dua tahun lalu mencoba jajal wisata dengan menggunakan jalur darat dan bisa sampai ke 4 kota Wonosobo, Magelang, Semarang dan Pekalongan (TDJT #1  Tour de Jawa Tengah). Ada keinginan lanjut ke Solo, tetapi dibatalkan karena khawatir kelelahan.

Liburan kali ini sudah bukan peak season, dan kami ambil saat weekdays pula. Keuntungannya ambil liburan di waktu seperti ini yaitu obyek wisata tak terlalu padat, rate hotel dan pesawat terbang juga lebih murah dibandingkan masa puncak liburan. Maklumlah gaya wisata koper tetapi otak ransel.

Tujuan pertama ke kota Surakarta alias Solo. Mengatur jadwal obyek yang didatangi agak membingungkan karena nggak tahu arah. Nggak bisa menetapkan wisata ke mana saja yag bisa dicapai dalam satu waktu. Akhirnya kuhubungi mbak Prih, pemilik blog asal Karanganyar, Jawa Tengah. Jadi inilah jadwal yang kususun mengakomodir kesukaaan masing-masing  anggota keluarga, wisata budaya, wisata alam, agro dan kuliner. Tulisan pertama dari rangkaian raun-raun ini  sudah dituliskan lebih dahulu di Food Photo Story : Wisata Kuliner Kota Solo.

Itinerary Rute Wisata kota Solo dan Yogyakarta

Hari 1  : City Tour kota Solo, wisata kuliner dan ke Museum Batik Danar Hadi.

Hari 2 : Candi Cetho dan Candi Sukuh di kabupaten Karanganyar, Rumah Teh Ndoro Donker dan agrowisata jambu merah.

Hari 3 : Museum Purbakala Sangiran dan menuju propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, makan siang garang asem di Klaten dan  langsung menuju Candi Ijo, Tebing Breksi dan Keraton Ratu Boko.

Hari 4 : City Tour Yogyakarta, Situs Warungboto, coklat Monggo, Jejamuran, Gelato .

Hari 5 : Puncak Becici dan wisata pantai Gunung Kidul.

Hari 6 : Kaliurang, Museum Gunung Merapi, agrowisata salak.

Hari 7 : Pulo Kenanga dan Sumur Gumuling, Malioboro, dan kembali ke rumah.

Wisata Silaturahmi Solo dan Yogyakarta

Selain itinerary wisata yang disusun tersebut tentu tak dilupakan wisata silaturahmi dong. Ternyata mbak Prih mau menemui kami sekeluarga.  Mencocokkan waktu akhirnya kami bisa janjian di Museum Purbakala Sangiran pada hari ketiga. Mbak Prih Rynari dari Salatiga kami dari Solo, bertemu di tengah di Sangiran. Terima kasih banyak lho mbak, telah menempuh jalan jauh untuk semakin menguatkan silaturahmi.

Kopdar Solo

Blogger Solo yang berhasil ditemui yaitu Kang Yayat dan mbak Lely Ganitri serta kedua putra putrinya. Kami buat janji bertemu di hari pertama. Mereka sekeluarga datang menemui di hotel tempat kami menginap, Favehotel Adi Sucipto Solo.  Ngobrol di restoran hotel berlanjut dengan makan malam di Galabo, menyesuaikan dengan keinginan anak-anak yang mau aneka makanan berbeda. Pertemuan yang gayeng. Ini adalah pertemuan kedua dengan kang Yayat, tetapi kopdar pertama dengan mbak Lelly.

Di Yogyakarta kuhubungi beberapa orang blogger dan juga seorang teman masa kecil. Sayangnya karena waktu yang padat dan kami pun berlibur di weekdays maka tak bisa bertemu dengan teman-teman karyawati. Memperpanjang silaturahmi kembali dengan emak LJ yang jadi teman seperjalanan keluarga kami di Sumatera Barat, kami mengunjunginya di puskesmas dan lanjut ke rumahnya untuk bertemu keluarga. Alhamdulillah ketiga teman blogger ini  sudah saling mengenal keluarga masing-masing.

Transportasi di Solo dan Yogyakarta pilih rental atau online?

becak Jogja

Transportasi di kedua kota ini banyak pilihan. Searching di dunia maya akhirnya jatuh pilihan sewa mobil di Solo. Harga sewa tergantung dengan jenis mobil. Biaya sewa mobil ini  termasuk dengan supir dan bahan bakar. Tak ada sistem lepas kunci di sini alias sewa mobil saja. Di kota Solo sudah ada taksi online, tetapi karena kami lebih banyak keluar kota makanya lebih baik sewa saja. Mobil sewa ini pun mau mengantar sampai ke Yogyakarta dengan tambahan biaya kurang lebih sepertiga dari tarif dalam kota.

Di Yogyakarta kami coba beberapa jenis transportasi.  Ingin sih coba naik Trans Jogja, sayangnya haltenya jauh dari hotel. Jadi kami pakai beca untuk jarak singkat. Beca di Jogja sudah ada yang bermotor, cuma karena katanya ini hasil modifikasi sendiri, harap hati-hati saja.

Kami berempat  jadi harus pakai dua beca dan agak ribet ya tawar menawar harga dengan abang beca karena nggak tau jarak  he.. he… Akhirnya kami pakai taksi dengan argometer. Ongkos minimal Rp 25.000,-

Jenis transportasi lain yang bisa dipakai yaitu taksi online. Untuk dalam kota rasanya lebih hemat pakai cara ini. Komandan raun mengajak ngobrol beberapa orang pengemudi  yang kami pakai mobilnya, sambil bertanya cara pemakaian mobil untuk jarak jauh. Alhamdulillah 4 dari 5 pengemudi taksi online ini baik  dan gaul dengan mobil yang bagus.  Tujuan ke luar kota akhirnya kami sewa mobil taksi online tersebut. Alhamdulillah dapat pengemudi yang bawa mobilnya halus, ngobrolnya enak dan sopan serta  tahu rute wisata.

Nah,sekarang sudah tiba di rumah lagi. Rute wisata Solo dan Yogyakarta yang tertulis di atas itu yang real kami jalankan.  Keribetan merancang perjalanan sudah usai, kenikmatan raun-raun pun sudah merasuk, sekarang tinggallah  menulis semua catatan itu satu demi satu. Itulah hal tersulit dalam rangkaian wisata saking banyaknya yang berkesan ha.. ha..  , semua ide berjejalan ingin segera eksekusi. Semoga bisa.