Istana Baso Pagaruyung

Sewaktu memutuskan akan berwisata ke Bukittinggi sekeluarga  tak kutemukan banyak  referensi buku traveling tentang Sumatera Barat. Kisah jalan-jalan keluarga  sudah pernah diceritakan di blog yang lama ya, di sini hanya buat rangkuman saja. Maka kuminta seorang teman baik, blogger  yang juga seorang dokter gigi peminat fotografi, yaitu  LJ, untuk membantu kami. Ibu cantik ini menyusunkan jadwal sesuai tempat-tempat yang ingin kudatangi. Beliau akhirnya mengatur rencana bersama dengan uda Anto, membuat rute perjalanan wisata di Sumatera Barat.

Sumatera Barat itu sebuah propinsi jelita  di  pulau Sumatera. Obyek wisatanya boleh dibilang lengkap.

Mau wisata alam? Berlimpah, terbentang mulai dari wisata danau, air terjun ngarai, dan pantai.

Wisata sejarah? Banyak.

Wisata budaya? Tak terbilang jumlahnya.

Wisata kuliner?  Sangat lengkap dan variatif.

Wisata kriya atau kerajinan pun amat sangat cantik.

Uda Anto, pengemudi mobil charter yang akan kami pakai berkeliling Sumatera Barat itu punya banyak pengalaman. Untunglah, si uda Anto dulunya itu CR (candu raun = tukang jalan, istilah baru dari si uda). Sehingga banyak jalan pintas yang menyingkat perjalanan. Dan paling penting dia pun bisa menunjukkan tempat wisata kuliner yang muantaab (pakai b bukan p) . Lalu  tersusunlah rute perjalanan wisata keliling ranah  Minangkabau Sumatera Barat. Rute ini mencakup wisata kuliner, wisata alam dan wisata sejarah.

Jadwal juga menimbang waktu kosong seorang blogger, “Cupid” gadis cantik di Sawahlunto,  biar bisa sekalian kopdar. Dan alhamdulillah, LJ bisa ambil cuti. Beruntung banget wisata ditemani orang setempat yang paham budaya, kuliner dan sekaligus jadi fotografer. Alhasil, kami banyak dapat foto spesial.

Bermalam di kota apa di Sumatera Barat ?

Lalu sebaiknya menginap di kota mana? Lokasi obyek wisata pilihan kami itu menyebar dari ujung ke ujung. Makanya harus pilih tempat  bermalam yang berada di tengah, supaya tak habis waktu di jalan.  Kami memilih tempat menginap di Bukittinggi. Ternyata kota dingin yang cantik ini menjadi pilihan tepat karena bisa dibilang dekat ke mana-mana. Wisma  bertarif hemat sampai hotel berbintang ada semua di Bukittinggi ini.

Rute Keliling Sumatera Barat

Hari Pertama

Karena penerbangan dari Jakarta delay, kami sampai di bandara Minangkabau di Padang sudah tengah hari. Makan siang yang direncanakan di Los Lambuang Bukittinggi terpaksa ditunda dulu, dan akhirnya  cari  rumah makan di sekitar bandara.  Untuk menuju kota Bukittinggi ada  banyak mobil sewaan  dari bandara, bisa sewa satu mobil atau bayar per orang saja. Tiba  di Bukittinggi  kurang lebih 2 jam kemudian, dan  sudah tiba waktu ashar.

Tak mau menyia-nyiakan waktu, setelah check in di hotel Grand Rocky  kami langsung diajak LJ ke Taruko Resort.   Letaknya di  lembah  Ngarai Sianok. Keunikan spot wisata ini adalah bentuknya berupa  sebongkah   batu besar yang sebenarnya adalah bagian dari Ngarai Sianok, namun entah karena apa jadi    terpisah dari  bagian ngarai lainnya. Namanya adalah Tabiang Takuruang, tebing yang terkurung.  Letaknya  di tepi sungai kecil berbatu, menyebabkan riak-riak kecil. Jadi ingin  masuk merendam kaki dan bermain air. Pemandangannya cantik, walau hujan rintik dan berkabut membuat tak leluasa.

Hari kedua

Hari kedua ini kami jalan sepagi mungkin supaya  tak terlalu malam pulangnya. Perjalanan ke arah selatan ini jaraknya cukup  jauh sih.

  • Danau Singkarak,  di danau terbesar di Sumatera Barat ini ada ikan khas, ikan bilih. Kalau mau belanja untuk buah tangan  di tepi danau banyak penjual ikan bilih kering
  • Masjid Tuo Kayu Jaosebuah kejutan mengesankan secara tak sengaja melihat papan nama cagar budaya  sebuah  mesjid dalam perjalanan menuju Danau Kembar. Mesjid ini sebuah mesjid tua cantik  yang sudah berumur ratusan tahun.
  • Perkebunan Teh Kayu Aro, kebun teh indah ini produknya dieksport, dan terkenal di Eropa, kabarnya jadi teh kesukaan para raja dan ratu. Mampir di sini cuma numpang foto-foto narsis saja di kebun teh.
  • Danau Kembar : danau Di Atas dan danau Di Bawah,  Di daerah Gunung Talang,  ada  dua buah danau kecil yang letaknya bersebelahan. Dari sebuah bukit kedua  danau ini bisa terlihat sekaligus, pemandangan yang sangat cantik.

Perjalanan menuju danau Singkarak ini kami ambil rute melewati Padang Panjang. Jalan kembali ke arah Bukittinggi lewat jalan lain yaitu  akan melewati Lembah Anai dilanjut singgah di Rumah Puisi dan Pande Sikek.

  • Makan Siang Dendeng BaracikDi rumah makan Hj Emi di jalan lintas Sumatera, Aro Talang, bisa menemukan  hidangan istimewa. Dendeng  yang di atasnya dibaurkan potongan bawang, cabe, tomat dan perasan jeruk nipis. Hidangan yang jarang ada   ini pernah diulas oleh pak Bondan “mak nyus” Winarno.

dendeng baracik "kuliner Minang"                                  dendeng baracik Uni Emi, jalan lintas Sumatera Aro Talang

  • Lembah Anai. Lembah yang dilalui dalam perjalanan Padang – Bukittinggi ini terkenal karena  punya air terjun dengan debit air yang sangat deras. Letaknya persis di tepi jalan.
  • Rumah Puisi Taufik Ismail. Rumah Puisi ini letaknya tak jauh dari kota Bukittinggi. Di sini ada perpustakaan dan penginapan. Posisinya di atas bukit, dengan  pemandangan menakjubkan.
  • Pande Sikek. Jika ingin cari hasil kerajinan tangan para wanita Minangkabau, bisa mampir ke desa ini. Di sini banyak toko dan galeri yang  menghadirkan songket Minang  dan kain bersulam khas selendang suji cair dan  kain bordir.

 

Rumah Puisi Taufik Ismail

Leyeh-leyeh di Rumah Puisi Taufik Ismail  – courtesy Titik  (perjalanan berikutnya 2 tahun kemudian   dengan 3 orang teman blogger untuk menghadiri pernikahan LJ dan juga Cupid).

Hari ketiga

Tujuan hari ini tak jauh dari kota Bukittinggi (kurang lebih 36 km) dan akan melewati Kelok 44 yang terkenal berliku. Siapkan stamina ya, kalau merasa tak mampu melewati tikungan tajam sejumlah empat puluh empat buah ini, lebih baik minum obat mabuk perjalanan dan tidur sepanjang jalan. Tapi rugi sih kalau tidur, pemandangannya istimewa.

Untuk menyiapkan stamina kami diperkenalkan oleh uda Anto ke sebuah warung  nasi sop sapi. Sarapan lezat  yang mengenyangkan sehingga esok harinya merasa harus kembali ke jalan Jambu Aia ini.

  • Danau Maninjau,  melihat danau ini dari  tempat terbaik di Puncak Lawang. Permukaan danau terlihat bening seperti kaca sehingga bayangan gunung dan awan terlihat sangat jelas. Seperti di Eropa kata anakku.
  • Rumah Buya Hamka, rumah kelahiran Buya Hamka terletak di tepi danau Maninjau bergaya atap bagonjong khas Minangkabau. Perjalanan ke sini pemandangannya cantik.
  • makan siang di Los Lambuang  uni Er Bukittinggi,  Jangan lupa mencicipi nasi kapau di Pasar Atas. Hidangan kapau ini berbumbu lebih pekat dan pedas daripada nasi padang biasa.
  • Rumah Bung Hatta,   Rumah kelahiran Bung Hatta ini terletak di tengah kota Bukittinggi. Rumah kecil berlantai dua yang  sangat asri.

Baca juga : Bung Hatta Kita

  • Lembah Harau, lokasi Lembah Harau di Payakumbuh. Perjalanan ke kota ini terekam pada  lirik lagu terkenal Ayam den Lapeh. Lembah Harau dipagari  tebing-tebing tinggi dengan banyak air terjun. Di tempat ini untuk pertama kalinya melihat double rainbow yang menakjubkan.

 

Hari keempat

Perjalanan hari ini  akan melewati kota Batusangkar. Tujuannya ke istana Pagaruyung, kira-kira 1,5 jam perjalanan lalu dilanjut ke Sawahlunto. Sawahlunto adalah kota tua cantik, bekas pusat tambang batu bara peninggalan Belanda. Museum-museum di sini apik, salah satu museum  yang cantik.

Sepulang dari Sawahlunto masih sempat mampir di dangau pinggir jalan saat hujan deras.  Tentunya disengaja untuk  mencicipi aia kawa, minuman berbahan dasar  daun kopi.

  • Taman Panorama Bukittinggi,  sebelum berangkat ke luar kota sempatkan dulu ke Taman ini melihat Ngarai Sianok. Jika waktu memungkinkan bisa juga berlanjut menapaki Janjang Koto Gadang, yang disebut versi mini dari Tembok Cina.
  • Istana Pagaruyung, istana ini terletak di wilayah  Batusangkar. Di kota ini ada bangunan peninggalan Belanda, Benteng van der Cappelen.
  • Talawi,  di sini ada duren lokal yang gurih banget.
  • Makan siang dendeng batokok di Muara Kalaban,  dendeng batokok di rumah makan ini unik karena memakai minyak kelapa yang gurih dan harum.
  • Museum Kereta Api Sawahlunto, jika ingin merasakan wisata naik kereta dengan lokomotif uap kuno, Mak Itam, bisa cek jadwal perjalanan dulu ya.
  • Museum Gudang Ransoem, museum ini adalah bekas dapur umum yang menyediakan perbekalan untuk pekerja tambang batu bara di Sawahlunto

Baca juga : Nisan Tanpa Nama

  • Lubang Mbah Soero, ini adalah wisata menyusuri  bekas tambang batu bara. Lubangnya sudah direnovasi dan diberi ventilasi yang cukup dengan memasukkan udara bersih.

Hari Terakhir

  • Benteng Fort de Kock dan Taman Puti Bungsu, baca juga Benteng Fort de Kock
  • Sarapan bubur kampiun dan lontong pakis uni Meri di Pasar Atas

wisata kuliner Minang

Rute perjalanan keluarga kami masih belum lengkap. Kami belum mendatangai daerah Painan, pantai-pantai cantik dan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Kabarnya ombak  di pantainya besar dan sangat cocok untuk berselancar, sangat diminati oleh wisatawan minat khusus, olahraga.  Di Painan ini pun ada kuliner enak, rendang lokan.

Semoga rute perjalanan wisata keliling Minangkabau, Sumatera Barat ini bisa membantu anda yang merencanakan perjalanan ke propinsi yang cantik ini.