Takjub banget melihat pemandangan hijau menyegarkan dari balik kaca lorong  salah satu gedung di kompleks Kementrian Kesehatan di jalan HR Rasuna Said, Jakarta.  Walau ini kantor yang membawahi urusan  kesehatan, termasuk instansi tempatku bekerja, tetapi baru pertama kali ke gedung ini.  Kebetulan saja ada sebuah urusan yang mengharuskanku ke sini.  Urusan selesai mampir sebentar melihat jenis tanaman  yang ada di situ.

  

Taman ini  sebetulnya bukan berada di lantai teratas, tetapi masih bolehlah kurasa disebut sebagai taman atap, kan tak berada langsung di atas tanah.  Taman atap (Roof Garden) adalah taman yang dibuat di atap sebuah bangunan (bisa berupa rumah atau gedung). Hal ini  karena makin berkurangnya  jumlah luasan lahan karena pembangunan kota  dan makin muncul  kesadaran akan lingkungan sehat dan hijau,  jadilah  roof garden sebuah  pilihan.

Namanya saja kantor urusan  kesehatan, tanamannya pun berhubungan dengan kesehatan yaitu tanaman apotik hidup.  Disebut apotik  hidup  karena  memanfaatkan  lahan untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Masyarakat kita kan sudah sangat  akrab dengan  manfaat   obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.   Apotik hidup sudah  dimasyarakatkan sampai ke tingkat rukun warga, sehingga diharapkan warga bisa mandiri di bidang kesehatan. Obat-obatan dari apotik hidup ini berguna untuk pertolongan pertama.

Selain  sebagai apotik hidup,  fungsi lain taman atap bersifat dekoratif,  kontrol suhu ( menyerap radiasi matahari sehingga dapat menurunkan suhu lingkungan yang akhirnya menurunkan konsumsi energi), manfaat hidrologis (roof garden membatasi air hujan yang terbuang, karena ditampung pada media tanam dan tanaman), selain itu dapat berfungsi sebagai pengontrol kecepatan dan banyaknya aliran air melewati atap). Hanya harus disadari taman atap itu perlu perencanaan matang agar air yang tertahan ini tidak membebani atap.  Roof garden bisa dibuat dengan memiringkan lantai atap ditambah  sistem waterproofing yang baik. Atau dengan menggunakan  bahan dari plastik khusus yang menjadi pengatur aliran air dan penahan media tanam.

Tanaman yang biasanya ditanam di apotik hidup bermacam-macam misalnya jenis empon-empon yang rimpangnya sudah biasa dipakai  sebagai bahan baku jamu, misalnya kunyit, temulawak, kencur.  Tanaman yang dimanfaatkan daunnya sebagai obat herbal  antara lain  sirih, jambu klutuk, sirsak, daun salam. Buah sebagai obat contohnya delima, jeruk, buah merah. Semua tanaman itu ada di apotik hidup ini. Yang kusangka tanaman hiasyang biasanya terlihat di halaman rumah ternyata ada manfaat terapinya juga lho.  Berikut beberapa contoh tanaman tersebut (informasi  didapat dari papan nama, disiapkan oleh Balai Besar Penelitiandan  Pengembangan Tanaman Obat dan  Obat Tradisional)

Pacing, apotik hidup, taman atapPacing (Costus speciosus), dipakai rebusan rimpangnya sebagai diuretik, diare,dll

Nanas kerang, apotik hidup, taman atapNanas kerang (Tradescantia spathacea), daunnya digunakan sebagai obat batuk

nona makan sirih, apotik hidup, taman atapNona makan sirih (Clerodendron mucronatum) daunnya dipakai sebagai obat demam

dlingo, apotik hidupDlingo (Acorus calamus L) rimpangnya berfungsi sebagai penenang

Tanaman lainnya yang ada di sana antara lain jati belanda (untuk pelangsing), stevia (pemanis non kalori), kayu ules (penghilang bau badan), kwalot, kismis {Podocapus macrophyllus), bahkan bambu kuning yang diambil rebungnya sebagai obat radang hati. Variatif sekali ya jenis tanamannya, jadi kepingin punya taman atap seperti ini  sendiri,  di mana ya bisa cari bibit tanaman apotik hidup dan pupuk organik supaya tanaman tumbuh subur ? Sayangnya ada beberapa tanaman yang agak kering seperti kurang siram ( datang  ke sini saat musim kemarau yang sangat terik).