Yuk, berkenalan lagi dengan  teman bloger  satu kelompok. Bloger perempuan ini berasal dari sebuah kota bernama Air Molek, namanya Nova Violita. Ia ibu seorang putra berumur hampir dua tahun. Ia sehari-hari bertugas sebagai seorang  staff administrasi di perguruan tinggi swasta  setempat. Blognya punya url http://novanovili.com yang berasal dari singkatan dua patah kata namanya.

Mbak Nova mulai ngeblog di tahun 2009, tahun yang sama denganku, tapi mengherankan kok kita tak pernah selisih jalan komentar di blog. Kenapa baru kenal sekarang ya. Apa memang dari dulu lingkaran pertemanan kita tak sama?

Blognya punya nama Nashhah. Agak berkerut kening mendengar kata ini. Maklumlah belum pernah mendengarnya, dan sudah pasti tak tahu  apa artinya. Rupanya “Nashhah” artinya mengajak ke kebaikan.  Mbak Nova berketetapan hanya ingin menulis sesuatu yang baik, tak ingin menuliskan pro kontra yang menimbulkan  kericuhan dan perdebatan. Tujuannya sebagai selfreminder agar berusaha selalu berbuat baik.

Dia juga suka menulis puisi dan cerpen.  Menulis puisi kala itu karena galau menunggu buah hati yang lama baru hadir.  Melihat judul artikelnya, ada lho  serial tantangan  30 hari berpuisi. Kini katanya ia agak mengurangi menulis puisi. Karena biasanya ide buat puisi timbul bila sedang galau.  Mbak Nova ingin belajar menulis artikel yang lebih berisi.

Kalau baca statusnya di FB dan di grup terkesan orangnya humoris. Langsung deh senyum ingat statusnya  beberapa hari yang lalu tentang memberi makan anak balita. Anak tak  mau buka mulut, makanan dilepeh dan emak yang menghabiskan, katanya wajar kalau emak-emak pada gemuk ha.. ha ..  Itu pengalamanku juga mbak.

.

” ….  nak..sini ..jangan lari2 dong.. makan ayok… *setelah 5 menit ngejar-ngejar anak… nasi gagal disuapkan ) akhirnya…… hup!glek! (masuk perut emak)

—-
akhir cerita , 15 sendok nasi… 5 sendok dimakan anak 10 sendok ngenyangin emak.. *fakta* 😀

 

Nama kota Air Molek tempat tinggal Nova Violita  itu agak asing di telinga. Kota ini adalah ibukota  kecamatan Pasir Penyu di kabupaten Indragiri Hulu, propinsi Riau. Kalau lihat di peta, letaknya kira-kira ada di selatan ibukota propinsi Riau, Pekanbaru.  Kemungkinan ada di jalur Pekanbaru – Jambi (mohon koreksinya mbak Nova).  Aduuh, lihat peta langsung kaki gatal-gatal kepingin  jalan-jalan he..he…

Penasaran tentang kotanya membawaku ke artikel  tentang fenomena di sungai Indragiri .  Kota ini dialiri sungai Indragiri, yang disebut Batang  Kuantan oleh masyarakat setempat. Saat kemarau ada pasir timbul yang kemudian dijadikan sarana rekreasi. Mbak Nova pun mampir dan menghabiskan sore bersantai di pasir timbul yang disebut Pasiran,

Melacak lebih jauh di kecamatan lain yaitu Kuala Indragiri tahun lalu  ada fenomena unik. Pasir timbul itu bentangannnya sangat luas sehingga bisa dijadikan arena bermain.. Kejadian terakhir seperti ini adalah 40 tahun lalu.

Setelah googling  dapat info  tentang usul nama kotanya. Salah satunya teori nama kota ini mungkin berasal dari Ayo Mole.  Ayo yang berarti air  dan Mole berasal dari kata menyole yang berarti menyalah/salah (yang tidak seperti biasanya).  Air sungai biasanya  mengalir ke tempat yang lebih rendah dan terus mengalir dari hulu ke hilir, tidak seperti itu sungai tersebut. Yaitu ketika Batangg Kuantan (Indragiri) naik maka aliran sungai ini malah balik ke hulu.  (sumber : riaudailyphoto)

Propinsi Riau banyak kejadian alam unik rupanya. Makanya pepatah lama  “Tiada air sungai mengalir ke hulu” tampaknya perlu revisi he.. he..  Ada juga fenomena Bono di sungai Kampar, Riau,  yang bisa dijadikan ajang surfing karena air yang mengalir ke hulu menyebabkan ombak besar.

Artikel populer di blog Nashah antara lain “Istri Menulis Keburukan Suami di Media Sosial”,  Baby Blues Syndrome dapat dicegah”. Menarik bukan  untuk mengenal bloger Riau ini lebih jauh?  Nova Violita yang humoris  tetapi tulisannya banyak yang  membuat kita merenung dan berpikir

Fb : www.facebook.com/novanovili
twitter : www.twitter.com/novanovili
IG : www.instagram.com/nova_violita
Blog : www.novanovili.com /