Di propinsi-propinsi di bagian selatan Sumatera masyarakatnya gemar makan durian  dan tempoyak. Nggak semuanya suka sih, ada juga yang anti kepada dua jenis makanan ini. Alasannya karena baunya yang menyengat. Nggak heran  di luar sana durian sering disebut stinky fruit.

Tempoyak itu apa sih?

Tempoyak adalah hasil fermentasi durian. Cara fermentasinya dengan menambahkan garam pada daging buah durian yang sudah dilepas dari biji. Ada juga yang menambah cabai. Kemudian campuran ini disimpan dalam wadah tertutup. Selama 3 – 5 hari calon tempoyak  diletakkan pada suhu ruang sampai jadi. Yang dipilih sebagai bahan baku tempoyak adalah buah durian yang kurang enak atau sudah terlalu matang.  Tempoyak yang sudah jadi ini rasanya asam tetapi masih ada sedikit manis durian.

Durian saja sudah bau menyengat, apalagi tempoyak. Bisa bayangkan?

Propinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sumbernya tempoyak, adalah dua dari sekian tempat yang pernah kutinggali. Anehnya selama di sana tak ingin coba-coba makan tempoyak. Sama saja kasusnya dengan pempek. Aku mulai suka pempek  setelah meninggalkan tempat itu ha.. ha..  (ada story sendiri sih kenapa sempat nggak doyan pempek). Aku mulai suka tempoyak barulah kira-kira 3 tahun ini. Penyebabnya,  saat kumpul lebaran di rumah kakak ipar dia buat pepes ikan yang ditambahi bumbu tempoyak. Enaaaak banget.

 

Pendap dan tempoyak

Dua hidangan dari Bengkulu, pendap dan sambal tempoyak. Disajikan untuk sarapan di Hotel Santika Bengkulu

Ketika suatu kali kakak ipar datang, dia menawarkan mau bawa tempoyak mentah sebagai oleh-oleh. Katanya di pasaran di Bandar Lampung sedang ada tempoyak bagus. Hadeeeh jadi grogi, bagaimana cara masaknya?

Makanya saat berkelana ke blog teman blogger kulihat ada  resep  Tempoyak Udang kuliner khas Bengkulu. Catat ah linknya di sini, sebagai acuan kalau dibawakan tempoyak.   Teman blogger ini biasanya memadukan sambal tempoyak dengan ikan teri, ikan mas,  patin dan jenis ikan lainnya.

Teman blogger yang puya resep tempoyak udang ini adalah blogger yang tinggal di Bengkulu, Ria Mustika Fasha namanya. Beliau ibu muda dari seorang balita dan  sebentar lagi insya Allah jadi dua.  Sehat ya bumil…

Sebelum menikah Ria M Fasha adalah perempuan aktif di kampus dan dunia kerja. Dia ini sudah bekerja sejak masih kuliah, sekaligus berjualan pernak-pernik  dan beberapa benda lainnya. Jadi hari-harinya sejak pagi sampai jam 9 malam sangat sibuk dan padat aktivitas. Ria juga pernah menjadi relawan gempa Sumatera Barat tahun 2009 untuk trauma healing anak-anak.

 

 

Setelah selesai kuliah Ria sempat mengajar di POLTEKES di Bengkulu, lalu mengelola PAUD dan Bimbel. Aktivitas di luar rumah sempat dihentikan ketika memasuki jenjang pernikahan. Tetapi karena pada dasarnya tak senang duduk dian di rumah, dia pun mencoba segala jenis bidang usaha. Sempat jatuh bangun di usaha, kini dia coba berbisnis kue dan pernik ulang tahun.

Ria M Fasha sudah mulai ngeblog di tahun yang sama denganku, 2009. Banyak platform blog yang telah dijajakinya. Kini blog yang masih tetap diaktifkan ada dua buah. Yang pertama blog dengan url yang memakai namanya sendiri www.riafasha.com. Blog ini isinya tulisan campur tentang tips, review, kesehatan dan resep masakan yang dicobanya.

Blog kedua yaitu www.happyummi.com menampung tulisan dari blog-blog terdahulu dan ingin diisi dengan artikel mengenai parenting.

Ingin berkenalan lebih lanjut dengan mbak Ria M Fasha silahkan kunjungi blog dan akun media sosial miliknya ya.

 

Ria Mustika Fasha
Blog : www.riafasha.com &  www.happyummi.com
Facebook : Ria M Fasha
IG : @riafasha
Twitter : @chikarein