Postcard - Partnachklamm

Teh Dewi adalah seorang  perempuan awet muda pemilik  blog dengan tagline Lelengkah Halu di Pangumbara’an. Dari tagline itu kentara sekali kan pemiliknya mojang Priangan? Meskipun beliau dan keluarganya   sudah cukup lama menetap di Jerman tetapi bahasa Sundanya masih kental, terlihat dari tulisan dan balasan komentar dengan dialek  daerah tersebut. Si teteh ini  ramah dan rajin berbalas komentar akibatnya kolom komentarnya jadi  bererot panjang, seru juga mengikutinya.

Suatu  kali Teh Dewi sekeluarga berlibur ke gunung di bagian selatan negara Jerman itu yaitu  di Mittenwald di distrik Garmisch-Partenkirchen. Puncak gunung itu jadi  salah satu tapal batas  Jerman – Austria. Katanya sih gunungnya tak terlalu tinggi, 2200 meter.  Naik ke gunung ini bisa dipermudah dengan transportasi  kereta gantung. Di gunung ini juga ada sebuah tempat spektakuler, sebuah monumen alamiah yang disebut Partnachklamm.

Dari perjalanan keluarga itu Teh Dewi bawa oleh-oleh kartu pos cantik yang kemudian dibagikan pada para pembaca blognya. Nah, aku kebagian satu. Kartu pos itu tiba beberapa hari lalu.

Aku memperoleh  kartu pos yang bertuliskan Partnachklamm, Garmisch-Partenkirchen. Partnachklamm itu sebuah jurang dalam yang terletak di bagian kaki gunung. Nah, keluarga Teh Dewi melewati jurang ini, berjalan di pinggir sungai dan terkena percikan air sungai, pasti jadi basah kuyup ya. Katanya saat winter aliran sungai membeku, pemandangan indah yang berbeda pun tersaji di sana.

Keterangan di balik kartu pos  itu berbahasa Jerman, yang tak kumengerti sama sekali hi.. hi.. Kucoba terjemahkan dengan google translate tapi artinya malah amburadul. Coba-coba googling kebanyakan sumber yang ada berbahasa Jerman, hadeeh penasaran.  Akhirnya ketemu juga di Wikipedia bahasa Inggris, kurang lebih deh kurasa pengertiannya sama, menerangkan bahwa jurang  ini dibelah oleh aliran sungai Partnach. Panjang jurang ini 702 meter dan di tempat-tempat tertentu kedalamannya mencapai 80 meter.

Terima kasih banyak Teteh…, terasa seolah-olah sudah  raun-raun sampai Jerman.