Cerita & Lagu Anak Nusantara

Judul : Cerita & Lagu Anak Nusantara

Oleh : Musik Hana Midori

Ide Kreatif : Yen Sinaringati dan Dani Wahyu

Penulis : Fiore Maheswari Danitta

Editor : Tim Anomik

Ilustrator : Wickana

Desain : Yen Sinaringati

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer

_________________________________________________________________________________________________________________

Mengutip tulisanku di tahun 2012,  Dear Pahlawan Pencipta Lagu Anak, lagu anak termasuk dalam bagian sastra anak. Lagu anak  berperan dalam proses tumbuh kembang kepribadian dan kecerdasan anak. Ingat nggak ibu mengajarkan  lagu anak bahkan sebelum anak bisa berbicara ?. Ibu  secara tak sadar ternyata sudah mengajarkan banyak hal lewat lagu. Lagu anak itu sepintas lalu hanya sekedar sebaris kalimat yang gampang dihafal dengan irama sederhana, sehingga anak-anak akan mudah mencernanya. Tetapi setelah membaca banyak ulasan dari orang pintar, ada pengajaran operasi matematika di lagu Anak Ayam, yaitu operasi pengurangan. Contoh lainnya pada lagu Pelangi ada pengenalan akan adanya Sang Maha Pencipta dan mengenai warna.

Belakangan ini seakan ada  sebuah fenomena yang terjadi pada kehidupan anak-anak Indonesia. Lagu anak hanya terdengar lewat odong-odong. Bocah-bocah kecil  jarang yang masih melantunkan lagu anak saat bermain. Ada yang sudah  berubah.  karena senandung anak-anak sekarang lebih menjurus ke lagu ala orang dewasa seperti Goyang Dumang. Makanya aku antusias banget  ketika diundang seorang teman masa kecil, Yen Sinaringati,    untuk menghadiri peluncuran buku Cerita & Lagu Anak Nusantara.  Aku hadir bersama beberapa orang teman lainnya. Bangga banget  melihat keberhasilan dan kerja kerasnya beserta tim. Semoga karya ini bisa memperkaya khasanah lagu anak.

 

Peluncuran buku Cerita & Lagu Anak Nusantara ini terasa istimewa dan lain  dari biasanya karena disertai dengan operet mini yang dibawakan oleh anak-anak berprestasi pemenang Festival Lagu Anak Nusantara 2012. Operet mini menceritakan kisah anak-anak dari Planet Musikal yang datang ke bumi untuk membantu anak-anak Indonesia.   Untuk  persiapan peluncuran, olah vokal anak-anak ini dilatih oleh Kak Gilang serta olah tari dan mini operet oleh ibu Ati Ganda dan Kak Ria. Mereka membawakan lagu-lagu  yang menang di FLAN. Suara anak-anak ini merdu sekali, apalagi setelah pementasan operet selesai, mereka menyanyi live, iih.. sampai merinding dengarnya.

Acara dibuka dengan sepatah dua patah kata dari Bens Leo, dilanjutkan perkenalan dengan penata musik, penerbit, penulis dan ilustrator buku dan para penyanyi anak. Bens Leo, pengamat musik Indonesia sekaligus penggagas dan Ketua Panitia Festival Lagu Anak Nusantara 2012, menceritakan tentang latar belakang lahirnya buku ini. Diceritakannya,  Wakil Menteri bidang Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Prof Wiendu,  prihatin akan langkanya lagu anak dan miris melihat anak lebih kenal lagu-lagu dewasa. Hal ini akan berdampak pada perkembangan psikologi anak-anak Indonesia. Maka kemudian diselenggarakan Festival Lagu Anak Nusantara 2012  oleh  KEMDIKBUD yang bertujuan menciptakan lagu-lagu anak  dan sekaligus mencari penyanyi anak. Dari Festival itu didapat 10 buah lagu anak dan 10 orang penyanyi cilik.

3 tahun berlalu setelah FLAN tanpa ada perkembangan berarti, tak ada  publikasi  hasil karya para pemenang. Kemudian, Maret 2015  Musik Hana Midori mengajukan diri ke KEMDIKBUD untuk merekam dan sekaligus membuat buku cerita bergambar. Alhamdulillah  usulan ini disetujui. Singkat kata proses rekaman dimulai, dengan Eksekutif Producer Yen Sinaringati dan Music Director adalah Roediyanto. Mixing dilakukan di Jakarta, sedangkan  mastering dilakukan di Sage  Studio, California. Bahkan saking totalnya, dilakukan survey kegiatan uji dengar / respon anak  terhadap lagu LAN di TK dan SD di 3 kota,  Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Saat bersamaan proses pembuatan buku pun dimulai. Lirik lagu pemenang FLAN 2012 dikembangkan menjadi cerita pendek yang ditulis oleh remaja berusia 15 tahun, Fiore Maheswari Danitta. Ilustrasi buku dikerjakan oleh seorang wanita muda lulusan Seni Rupa ITB, Wickana. Buku ini juga memuat lirik lagu dan notasi balok, agar anak bisa lebih mudah menghafal dan memainkan lagu-lagu ini.

Cerita Lagu Anak Nusantara

 

Di bawah panggung aku sempat berkenalan dengan Wickana, yang biasa dipanggil Uwie. Ia membuat ilustrasi yang cerah menggambarkan dunia anak yang ceria. Tokoh dalam buku ini adalah para penyanyi cilik itu sendiri, wajah anak-anak dalam lukisannya itu terlihat polos dengan ekspresi bahagia khas seorang anak. Suka deh lihat gambarnya yang sangat hidup. Katanya ia menyelesaikan ilustrasi dalam  waktu 8 bulan, karena hanya dikerjakan saat week-end,  di luar jam kerja kantornya.

Berikut  contoh ilustrasi buku Cerita & Lagu Anak Nusantara yang kupinjam seijin Musik Hana Midori, antara lain lagu Cilukba karya Sam Bobo & LD Sinaringati (dinyanyikan oleh Moza).  Lagu-lagu pemenang  lainnya adalah Tamasya karya  Roediyanto dibawakan Arda Putra,   Tomat (karya Mira Julia), Anak Indonesia (karya Chiquita Meidy), Lihat Gambarku (karya Sualuddin / Udin Sedunia) dipersembahkan oleh Nabila Mutiara, Adikku Sayang (Yudhi Bravianto) dinyanyikan Anastasia Aleta, Mama Papa Juara karya Samsara yang dibawakan oleh Jessica, Lagu Persada Nusantara (Joko Priyono / Koko Thole), Super Hero (Zee Bee) dilantunkan Swara Reiki dan Terima Kasih (Hugo Agoesto). Aransemen lagu-lagu ini pun dikerjakan oleh beberapa musikus muda.

 

Menurut seorang dulur blogger yang punya blog lagu anak, Uncle Lozz Akbar, ”  tak mungkin mengerem laju perkembangan jaman, tetapi seberapa pun pesatnya perkembangan jaman,  dunia anak-anak akan tetap stagnan. Pola pikir mereka tentunya masih sama dengan pola pikir kita saat masih polos dulu. Hanya kondisi kanan kiri saja yang mungkin akan mengalami perubahan dan ikut mempengaruhi perkembangan anak. Masa kanak adalah sebuah  proses meniru dari apa yang terlihat dan dengar. Salah satunya adalah lagu yang mereka dengar, yang tentunya harus kita filter sesuai dengan kapasitas mereka sebagai anak-anak.”

Nah, betul kata uncle Lozz, di orang tualah pilihannya, akan dibiarkan saja anak-anak terpengaruh lagu dewasa atau memilihkan fasilitas yang bisa disesuaikan denga usia dan perkembangan jiwanya.