nasi goreng

Nasi Goreng Kampung itu sudah dijadikan salah satu ikon kuliner Indonesia yang bisa disajikan dan disantap setiap saat.. Kapan teman biasanya makan nasi goreng? Saat sarapan, makan siang atau makan malam? Tak ada patokan tertentu ya, yang pasti kapan selera terbit sah-sah saja langsung disantap. Bahkan nasi goreng tek-tek di abang dorongan yang lewat tengah malam tetap diminati. Untuk lunchtime di kafe di Rumah Tua Pondok Cina kami sekeluarga juga pesan Nasi Goreng Kampung.

Nasi Goreng itu variasinya banyak sekali. Nasi goreng kambing, nasi goreng ikan asin, nasi goreng pete, sebutlah lagi segala macam isian,  bisa juga buat Nasi Goreng Enak Tanpa Bawang, seperti yang sering dibuat si sulung, hanya dengan mentega, telur, dan kecap sudah bisa mengenyangkan.

Nasi Goreng juga bisa jadi penyelamat agar makanan yang masih tersisa tidak mubazir. Makanan kemarin jika tak diolah lagi anak-anak sudah segan memakannya. Jadilah diolah lagi supaya tak terbuang. Sisa sambal terong dan sup kambing dijodohkan dalam wajan menjadi nasi goreng ternyata habis dalam sekejap. Tongkol sambal dan belut goreng juga cocok dipadukan jadi nasi goreng. Pokoknya  tak perlu uleg bumbu lagi, praktis untuk sarapan cepat saji, apalagi jika harus terburu-buru berangkat kerja..