Akhir pekan lalu  kami ingin liburan  yang singkat tapi nggak mau ke tempat jauh, kan  masih bulan Ramadhan.  Yah  hitung-hitung liburan sekalian ngabuburit. Bagaimana  kalau  melipir ke Sukabumi?  Naik kereta api saja, supaya nggak lelah terjebak macet. Sekalian agar dapat pengalaman baru coba cara alternatif.  Lalu, di manakah beli tiket kereta api?

Stasiun Lenteng Agung

Tujuan utama memang  hanya  sekedar ingin  coba jalur Bogor – Sukabumi.   Jalur  kereta  api  yang dibangun di tahun 1800an pernah bertahun-tahun mati suri dan  kini  sudah  diaktifkan  kembali.

Kota Sukabumi terbilang dekat dari ibukota. Hanya, karena  lalu lintas jalan raya sering macet jadi berpikir dua tiga kali kalau mau ke situ. Terakhir kali ke Sukabumi sudah lama banget, sewaktu ada kondangan pernikahan kerabat. Waktu itu  rasanya  sudah panas bokong kok nggak  juga kelihatan papan nama kota Sukabumi. Kalau nggak salah ingat 5 jam di jalan.

Aku dan suami saja yang melakukan perjalanan kali ini. Anak-anak memilih tinggal di rumah.

Tampaknya  siklus kehidupan keluarga semakin kembali  mendekati titik awal.  Titik awal di mana sepasang pria dan wanita membentuk  sebuah  keluarga,  lama kelamaan akan kembali berdua lagi. That’s life ya. Jadi seolah-olah  ini seperti mulai belajar hidup berdua lagi sebelum anak-anak siap mandiri, hik ..  tiba-tiba mellow.  Lagipula sepasang suami istri itu kan memang harus punya kesempatan  hanya berdua saja supaya  hubungan tetap solid.

Ke Bogor dengan Commuter Line

Selepas subuh kami berdua  keluar dari rumah. Mobil dititipkan di areal parkir stasiun Lenteng Agung (ongkos parkir dari pagi sampai magrib Rp 15.000,-). Ke Bogor pilih pakai commuter line saja, karena kami kangen naik angkutan umum. Naik kendaraan umum ini juga  sebagai antisipasi trafik arus balik  hari Minggu sore  yang sering macet dari arah Bogor dan Puncak.

Beli tiket kereta api  go show di Stasiun Paledang Bogor

Stasiun Paledang Bogor

Stasiun Paledang. sedang dalam tahap perbaikan. Fasilitas ruang tunggu & loket sudah  mirip stasiun CL. Bangunan tua di pojokan sebagai  ruang kerja, ada bagian yang hancur. 

Di stasiun Bogor hanya melayani commuter line.  Menuju Sukabumi harus berpindah ke stasiun yang lebih kecil, namanya Paledang. Tapi tenang, jaraknya nggak jauh kok, nggak perlu pakai kendaraan. Untuk memastikan lokasinya  kami tanya satpam. Eh tiba-tiba ada seorang bapak di belakang kami yang bilang ikuti dia saja.

Kami ikut si bapak naik ke  jembatan penyeberangan orang (JPO), lalu turun di  tangga kiri.  Lanjut seberangi jalan, sampai jumpa rel kereta dan susuri  samping ruko. Stasiun Paledang ada di  belakang ruko. Sebetulnya letak kedua stasiun ini berseberangan. Tetapi karena  harus tertib  naik JPO jadi agak memutar sedikit.

Kami beli tiket ke Sukabumi go show saja.  Rencana jalan-jalan  ini baru diputuskan  Sabtu malam.     Seumpama tak dapat tiket ya tak usah pusing, main di Bogor saja. Keputusan yang salah, karena weekend biasanya tiket sudah habis dipesan.

Stasiun Paledang

Lagi-lagi  mengikuti  saran si bapak kami beli tiket   gerbong ekonomi kereta Pangrango  seharga Rp 25.000,-.   Harga tiket eksekutif dua kali lipatnya. Oh iya harus menunjukkan kartu pengenal ya, KTPnya jangan lupa dibawa. Gerbong ekonomi nyaman karena AC berfungsi baik. Pemandangan di luar juga indah, hijau semuanya.  Di atas kereta tetap ada pemeriksaan tiket, jangan sampai lupa simpan tiket di mana ya.

Menunggu kereta datang, bisa lihat sekeliling dan memperhatikan bangunan lama stasiun yang sebagian telah rusak.

Harusnya beli tiket kereta api online 

Stasiun Sukabumi

Stasiun Sukabumi

Lama perjalanan ke Sukabumi dua jam. Berangkat dari Bogor jam 07.50 dan sampai di tujuan 09.54.

Sampai di  stasiun Sukabumi  (sudah dijadikan sebuah cagar budaya) langsung kami datangi loket hendak  beli tiket pulang sore harinya. Rencananya mau pulang naik kereta jam 15.45. Tiket habis. Haduuh bingung, membayangkan macetnya jalan kalau harus pulang  naik bis.

Jadi sebuah pelajaran ha.. ha.. jangan terlalu hobby go show ya. Ya sudahlah.

Tiket kereta api jalur Bogor – Sukabumi memang sebaiknya  beli dahulu  paling tidak sehari sebelum berangkat. Akhir pekan kabarnya gerbong kereta api selalu penuh. Maklum dalam  satu rangkaian hanya ada 3 gerbong ekonomi dan 1 gerbong eksekutif. Tiket bisa dibeli di website resmi PT KAI atau berbagai online travel agent atau ke minimarket dekat rumah.

Jadwal Kereta Api  Bogor – Sukabumi

Jadwal Kereta Api Pangrango rute Bogor -Sukabumi   : 1. 07.50    2. 13.10      3. 18.30

Jadwal Kereta Api Pangrango rute Sukabumi – Bogor  : 1. 05.15     2. 10.25      3. 15.45

Dari Sukabumi ada rute ke Cianjur. Catat ah  nanti bakal diperlukan kalau mau ke Gunung Padang (turunnya di stasiun Lampegan).

Jadwal Kereta Api Siliwangi rute Sukabumi – Cianjur : 1. 05.45       2. 10.20          3. 15.50

Jadwal Kereta Api Siliwangi rute Cianjur – Sukabumi  : 1. 08.15      2. 13.50           3. 18.15

Transportasi di Sukabumi

Lalu di kota Sukabumi pakai transportasi apa?

Keluar stasiun ada orang yang menawarkan mobil sewaan. Ternyata dia bawa angkot. Tawar menawar akhirnya sepakat dengan harga Rp 150.000,-  ke mana saja di kota Sukabumi selama beberapa jam sampai pulang.

Kang angkot namanya Sobari. Angkotnya  unyuuu …  warnanya pink.  Baru sekali ini deh lihat angkot manis manja begitu. Kang Sobari masih muda dan orangnya banyak cerita. Dia kasih usul beberapa  tempat yang bisa dikunjungi.

Obyek Wisata  di Sukabumi

Lalu bisa ke mana saja  city tour di Sukabumi beberapa jam?

1. Taman Rekreasi Selabintana

Selabintana Sukabumi

 

Taman Rekreasi Selabintana berada di kaki Gunung Gede – Pangrango, makanya hawanya sejuk.   Konsepnya menyatu dengan  alam. Taman yang luas  ini sudah cukup berumur, tetapi masih indah dan asri. Hamparan rumput hijau  terpangkas rapi, aneka pohon tinggi seperti pinus sangat rimbun.  Latar belakang yang cocok untuk selfi.  Taman ini biasanya selalu ramai, tetapi Minggu pagi itu hanya terlihat satu keluarga dengan bocah kecil yang asyik main layangan.

Di taman rekreasi ini ada hotel yang dibangun seratus tahun lalu oleh seorang Belanda. Hotel   masih beroperasi. Selain penginapan fasilitas yang ada di sini antara lain kolam renang yang terbuka untuk umum.

Seperti biasa, kalau ada taman pasti mata celingak celinguk cari pohon yang jarang ada. Di sini  ada pohon pala yang sarat berbuah. Buah pala segar itu wangi banget, langsung terbayang manisan pala ha.. ha.. Uuups .. salah, masih puasa.

Karena  lihat  pohon pala ini jadi teringat pernah gagal bertanam pala di rumah. Eh, ternyata di tukang tanaman  dekat parkir  ada yang jual bibit pala. Alhasil bawa oleh-oleh pohon pala dan pokpohan, jadi urusan suami deh nenteng pohon naik turun angkutan umum.

Keluar dari Selabintana mampir sebentar di tempat pelatihan pembibitan ikan air tawar.  Sayang ditutup, cuma bisa lihat kolam-kolam dari jauh.  Sebagian pengunjung datang ke situ karena ingin mencemplungkan kaki ke kolam terapi ikan.

 

2. Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Bung Syahrir

rumah tahanan Bung Hatta

Kota Sukabumi juga menjadi saksi sejarah  pergerakan kemerdekaan bangsa dan negara.  Kedua orang founding fathers  Indonesia Bung Hatta dan Bung Syahrir  itu pernah tinggal  dan jadi tahanan kota di Sukabumi selama 3,5 bulan di tahun 1942. Mereka berdua dipindahkan  dengan pengawalan ketat dari rumah pengasingan di  Banda Neira, Maluku. Masa tahanan di Sukabumi selesai saat  kedatangan bala tentara Jepang.

Rumah buatan tahun 1926 itu kini menjadi sebuah cagar budaya. Lokasinya di jalan Bhayangkara no 156A di sebuah kompleks Sekolah Polisi.  Sayang, pagarnya digembok, tapi dari luar  tembok  rumah masih terlihat bersih dan terawat.

3. Wisata Oleh-oleh

Bicara soal wisata kuliner tentu di saat puasa tak bisa menjelajah rasa di siang hari. Jadi kita hanya ada cerita oleh-oleh khas Sukabumi. Yang telah dikenal selama ini sebagai buah tangan dari kota Sukabumi  adalah kue mochi.

  • Kue Mochi

Kue mochi adalah kue yang terbuat dari tepung beras ketan. Bentuknya bulat kecil ukuran sekali telan yang bagian dalamnya diisi dengan kacang tanah atau variasi baru, isi keju. Kue kenyal  yang dahulu dikemas dalam keranjang bambu kecil kini sudah lebih cantik tampilannya dalam kotak. Semakin pantas untuk dijadikan buah tangan.  Lokasi pusat oleh-oleh ini masih di jalan Bhayangkara, di gang Kaswari. Banyak produsen kue moci di sini, yang kami masuki  hanya salah satu di antaranya, toko Lampion. Di toko ini diperbolehkan juga masuk ke dapurnya lihat 60 pegawainya bekerja.

  • Bika Ambon

 

Bika Ambon Sunda Rasa

Selain toko mochi, kata kang Sobari orang Jakarta suka mampir ke toko kue Sunda Rasa. Produk yang banyak disukai pengunjung dari luar kota adalah   Bika Ambon. Ternyata memang  kue ini empuk dan tak terlalu manis,  pas pokoknya.  Jadi menyesal hanya beli sedikit he.. he.. Lokasi outlet toko Sunda Rasa di bagian depan Hotel Horison.

Kedua toko kue itu sebetulnya sama menjual mochi dan Bika Ambon. Coba kemarin beli kedua jenis penganan itu di masing-masing toko ya, jadi bisa membandingkan mana yang paling sesuai selera.

  • Keju

Satu lagi  tempat yang ditunjukkan oleh kang Sobari yaitu pabrik keju.  Kejutan,  baru tahu di sana ada pabrik keju. Produk turunan susu  yang dipakai sebagai campuran aneka penganan itu sudah semakin disukai masyarakat Indonesia. Kata kang Sobari pengunjung bisa melihat pabriknya. Pabrik ini  adalah produsen keju yang mengikuti  cara pembuatan ala kota Gouda di Belanda. Produknya sudah dipasarkan ke supermarket dengan brand Baros.

Lokasi kompleks pabrik keju ini di pinggir kota Sukabumi. Tepatnya di desa Sasagaran  Kebon Pedes, Sukabumi. Dari jalan raya masuk ke lokasi Bukit Baros Cempaka Park melewati kebun kopi, teh dan hutan pinus. Tempatnya memang agak tersembunyi namun  punya pemandangan menyenangkan.

Masuk ke kompleks ini dikenakan tiket seharga Rp 30.000,- per orang. Tiket nanti bisa ditukar dengan sebotol yoghurt Baros di Cafe Cimandiri dan bisa memakai kolam renang.

Sayangnya sampai di sana .. zonk.

Pengunjung per orangan tak boleh melihat kegiatan di pabrik, cafe pun belum jam pelayanan. Makanya kami hanya menukar tiket, melihat sekeliling cafe dan mengabadikan pintu gerbang pabrik saja he.. he…  Perusahaan  menyediakan one day trip untuk rombongan, minimal 25 orang.  Harganya Rp 150.000,- per orang. Rombongan boleh melihat proses pembuatan keju, mencicip tester, makan siang dan outbound.

 

Pabrik Keju Sukabumi

Satu lagi yang ingin ditunjukkan si pemandu dadakan kami itu adalah produk batik Sukabumi. Lain kunjungan saja mungkin cuci mata motif batik Sukabumi. Karena hari sudah jam 2 kami minta diantar ke terminal saja. Takut macet di jalan bila pulang sore. Untungnya pas sampai pintu terminal ada bis jurusan ke Lebak Bulus. Ongkos Sukabumi ke Lebak Bulus Jakarta Selatan sebesar Rp 30.000,- per orang.

Betul dugaan, jalan raya macet, sehingga bus lewat jalur alternatif  melalui Cicurug. Eh, jalan alternatif ini pun sedang dalam tahap pengecoran, alhasil jalan pun tersendat. Kami memutuskan turun di Ciawi dan lanjut ke stasiun Bogor, menumpang angkot warna hijau. Sampai di stasiun Bogor pas azan magrib, jadi berbuka puasa di stasiun saja dengan roti dan Bika Ambon Sunda Rasa Sukabumi (aiish… tiga  daerah dalam satu nama). Alhamdulillah, walau ngabuburit jarak jauh puasa nggak batal. Bersyukur punya pengalaman baru.Jadi kesimpulannya   Naik kereta api ke Sukabumi,  beli  tiket go show  atau online?.  Jawabanku, beli online saja.