Pintarnya anak-anak artikel  dari tahun 2010 yang terinspirasi dari anak-anaknya Erry yaitu Kayla dan Fathir. Kayla bisa lho berpendapat kura-kura itu sebetulnya ular yang tertimpa batu. Imajinasi anak-anak itu  luar biasa sekali ya, bisa tercetus hal yang tak terduga oleh orang dewasa.

Kalimatnya Kayla itu masih terus teringat, tapi tak mungkinlah membahasnya lagi untuk GA terbaru si Bibi Titi Teliti. Cukup sulit  juga memilih artikel untuk dibahas, banyak tulisan si Bibi yang berkesan, apalagi kami sudah saling mengenal lewat blog hampir 3 tahun (tapi gagal terus untuk kopdar…he..he…). Ciri khas Bibi tulisannya berbahasa gaul terkadang “gila”,  tetapi sebetulnya bertema serius. Bibi Erry pernah menulis dia tak suka dengan kata-kata yang standard. Entah di tulisan yang mana itu, tak ingat lagi. Tetapi pointnya ialah untuk menyatakan rasa atau emosi  ia memilih mendeskripsikan kata itu dalam bentuk kalimat sehingga tulisannya itu berbeda dari yang lain. Mau bilang pusing, bingung, marah  saja ia mendeskripsikan dengan beberapa kejadian.

Cerita kehidupan rumah tangganya sehari-hari diceritakan dengan hebohnya. Selalu ada humor segar di situ. Keinginannya ngeblog tak bisa terkabul karena sehari penuh disibuki dengan  kerepotan mengurus rumah tangga diceritakan dengan lucu dan cara hebohnya di Just an Ordinary Day., mulai dari Kayla yan tak bisa diminta bantuannya karena sedang sibuk memandangi horden atau Fathir yang suka tiduran di depan keset kamar mandi. Lihat…? Bukankah kedua anak itu menggemaskan…?

Tak hanya sebagai ibu dia heboh, tetapi juga sebagai istri, sehingga ia menyebut dirinya istri tiri. Pernah teman-teman blogger menanyakan reaksi Abah membaca tulisan Erry mengenai sang suami tersebut, tulisan yang bisa dikatakan “menguliti” Abah. Katanya semua tulisan tentang Abah sudah disetujui. Dukungan dan hubungan suami istri yang manis bukan ? Meskipun si Bibi ini mengaku dia tak romantis.

Berani sekali Erry menceritakan hilangnya telur-telur di dalam kulkasnya, dan Abah meloloskan tulisan ini untuk diterbitkan.  Telur hilang tanpa bekas. Ternyata  karena Abah punya kebiasaan baru menstabilkan berat badannya dengan cara lari pagi dengan sahabat sekaligus tetangga, Papa Olive. Mereka berdua kabarnya bawa telur mentah dari rumah dan diserahkan ke tukang serabi di pasar.  Misteri telur hilang terkuak karena bau serabi menguar dari badan Abah …he..he… Cerita mengenai itu ada di Misteri Telur yang Hilang.

Tulisan ini untuk didaftarkan sebagai peserta Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway