Terisnpirasi tulisan Inon di sini yang cerita soal dunia blogging yang dirindukan atau bolehlah dibilang ini jawaban buat kisah nostalgia merindukan masa lalu yang menyenangkan dalam dunia blogging. Kangen sih kirim-kiriman backlink.

Seperti kata Inon, ada grup ngobrol yang isinya personil yang pernah menulis di blog, ada yang masih aktif ada yang mengaku blogger pensiun. Obrolan bisa tentang segala hal, dan tak bisa dihindari topik ke cerita masa lalu. Nostalgia itu memang menyenangkan, mengenang masa keemasan, saling kirim backlink, mengenang keakraban saling baku komentar, mengenang indahnya saling sambung menyambung tulisan di blog, mengenang saling tebak nama penulis. Nah itu ya saking akrabnya baku blogwalking dan komentar kita jadi sangat mengenal gaya menulis dan bercerita seseorang.

Inon menulis dari sisi seseorang yang sedang lama tidak aktif, lalu bagaimana kalau dari sisi orang yang masih sesekali beredar sepertiku?
Di dunia nyata saja rasanya hampa, kosong, ada yang hilang saat tak ada kawan di dekat kita. Begitu juga tuh rasanya jika ngeblog tak banyak lagi teman saling komen. Uuh, berat ya kalau tak ada kawan di sekitar, jadi pengen ditulari non aktif dulu ngeblognya. Tapi setelah dipikir-pikir kembali lagi ke tujuan awal ngeblog “for fun” (bolehlah kalau sekali-kali for fund juga). Aku ngeblog untuk lari dari rutinitas, cari keseimbangan, cari kesenangan, untuk terus belajar dan berbagi, lalu mengapa harus tergantung pada orang lain? Kehilangan teman? Cari lagi teman baru dong, gitu aja kok repot ya.

Cari teman baru lagi itu seperti balik ke jaman awal ngeblog dulu, harus merangkak, pelan-pelan sampai ketemu blog yang cocok dan nyaman, yang mau balas kunjungan dan berinteraksi  (tapi tanpa harus bilang kunjungi balik ya sist). Komentar di banyak blog, sampai suatu saat ketemu blog yang seide, dari situ bisa terjalin pertemanan baru.

Selain cari teman baru, aku suka jadi kompor untuk beberapa teman lama, aku suka maksa agar mereka kembali buat tulisan. Maafkan teman.

Iya sih kuakui rindu baca tulisan dengan gaya berbeda-beda. Bosan baca tulisan-tulisan dengan gaya yang hampir sama, gaya yang sedang trend, penuh tagar.., kalau nggak percaya coba deh cek he..he.., kok jadi seperti punya karakter yang seragam.

Aku sadar memang seseorang berhenti menulis di blog itu ada alasannya masing-masing, ada karena alasan pekerjaan, rumah tangga, atau kapok dengan maraknya blog copas. Sudahlah aku tak pantas terus berharap  dan mengompori teman lama akan kembali mengisi hari-hari blogwalkingku, tapi aku bersedia lho menerima tulisan tamu bila kangen menulis lagi. Yuk .. mangga.., siapa yang duluan mau jadi penulis tamu di sini.