Pegunungan Tengger - Bromo

Libur sekolah akan datang dan ini saatnya merancang perjalanan lagi, untungnya si bungsu punya hari libur cukup panjang sejak UN selesai. Bungsu punya libur panjang tetapi kakak tidak, jadi agak sulit mengatur waktu, akhirnya bisa dapat waktu pas akhir pekan saja, hanya singkat.

Anak-anak sedang ingin sekali  mendaki gunung Bromo.  Aku juga sangat ingin ke sana, ingin melihat cantiknya semburat jingga cahaya mentari yang baru bangkit dari tidurnya. Tapi, kok  merasa deg-degan fisik nggak mampu, kan baru sembuh dari cedera pinggang , he..he…. , ngeri duluan harus mendaki ratusan anak tangga ke pinggir kawah gunung Bromo. Aku menguatkan diri jangan kalah sebelum bertanding lho, kalau nggak sanggup mendaki ya tinggal saja di bawah.

Dahulu jika bepergian jauh  keluarga kami selalu mengandalkan agen perjalanan, untuk pesan  tiket, hotel dan transportasi darat. Apalagi kami bepergian jauh itu cuma sekali setahun,  (pada saat libur sekolah) Maklumlah harus menabung dulu untuk biaya 4 orang. Masa libur sekolah kan selalu peak season, jadi semua biaya akan lebih mahal. Karena cuma sesekali jadi bisa dibilang nggak pede kalau harus pesan sendiri.

Tapi, ada pengalaman yang merubah kebiasaan itu. Ceritanya,  Januari lalu kan aku dan beberapa teman blogger pergi ke Bukittinggi ada acara baralek dua rekan blogger. Aku mengandalkan Inon untuk pesan tiket di sebuah agen travel online. Biasanya sih dia pesan dari Traveloka, karena katanya lebih murah harga tiketnya dibandingkan dengan layanan sejenis lainnya. Apalagi layanan ini kerap kali mengadakan promo terbaru, jadi  Inon suka berburu tiket pesawat promo di Traveloka sekaligus mengharapkan promo tambahan biar jadi dobel promo he..he.

Sejak mengetahui mudahnya melakukan pemesanan tiket pada waktu itu, sekarang aku jadi lebih berani merancang perjalanan kali ini. Kami belum pernah ke Propinsi Jawa Timur, jadi aku harus banyak browsing dan minta info ke teman-teman. Setelah itu, aku mulai berburu tiket pesawat murah ataupun promo. Pantauanku tertuju ke Traveloka dan situs maskapainya langsung, dan membandingkan langsung mana yang lebih murah. Alhamdulillah, di Traveloka dapat harga yang cocok dan maskapai yang sesuai keinginan, maskapai yang sudah sering kami pakai. Ternyata sangat gampang cara pesannya, hanya tinggal memasukkan nama bandara asal dan tujuan dan jumlah penumpang kita bisa lihat opsi yang tersedia.  Beberapa saat setelah transfer,  tiketnya sudah dikirim ke emailku.

Selang beberapa waktu, akhirnya kamipun berangkat dari bandara Halim Perdanakusuma menuju Malang, tetapi pulangnya harus dari Surabaya, karena tiket dari Malang dengan maskapai itu sudah habis. Tak apalah, bisa sekalian lihat-lihat Surabaya walau sebentar saja.

Dari pengalaman ini, aku merasa nyaman dan bisa dibilang keenakan dengan layanan online seperti itu. Kemudahan layanan pada pemesanan tiket pesawat berdampak pada  pemesanan hotel dan transportasi lainnya. Aku coba cari-cari hotel yang  tertera di dunia maya dan membandingkannya dengan referensi dari beberapa teman. Untunglah banyak teman yang sudah pernah ke Bromo sehingga sedikit banyak membantuku dalam menentukan akomodasi yang terbaik.  Pada akhirnya kami memantapkan pilihan untuk menginap di sebuah hotel  di desa Ngadisari yang berlokasi di kaki gunung Bromo, dan untuk malam keduanya kami memilih di Malang, sedangkan malam terakhir di Surabaya. He..he… biarlah pindah-pindah nggak  merepotkan kok, malah jadi tambah seru dan yang penting kami bisa melihat banyak hal.

Untuk transportasi di darat kami dapat referensi rental mobil dari bunda Lily, yang memberikan nama pak Sariadi, yang ternyata memang orangnya baik, ramah dan sabar mengikuti kemauan penumpang yang bisa tiba-tiba merubah  rute, dan cara mengemudinya pun  aman, nggak ngebut,

Karena waktu yang singkat dan  jarak tempuh di darat  yang cukup makan waktu, aku tak menghubungi teman-teman blogger di Malang, Mojokerto dan Surabaya untuk kopdar. Mohon maaf, semoga kali lain ada kesempatan.