House of Sampoerna


Jawa, salah satu pulau yang terpadat di dunia, tidak pernah sepi dikunjungi pelancong dari berbagai negara maupun wisnu, wisatawan Nusantara. Mereka bukan hanya berkunjung untuk melihat keindahan alam di Pulau Jawa, tapi ada juga yang datang untuk berbagai keperluan lain, seperti berbisnis.

Tinggal di salah satu kota di Pulau Jawa sudah berpuluh tahun, tetapi belum semua propinsi dijelajahi. Makanya berencana mendatangi ibukota propinsi di ujung timur pulau Jawa itu.

Surabaya kota yang menjadi sentra bisnis di Jawa Timur, tetapi juga merupakan jalur perdagangan yang paling ramai di Jawa. Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan ini tidak hanya ramai karena aktivitas bisnisnya, tetapi juga karena titik-titik menarik yang harus dikunjungi di sana.

Ya, tidak kalah dengan banyak daerah lain di Indonesia, Surabaya juga memiliki keunikannya sendiri. Kulinernya yang khas dan banyak tempat menarik tentu saja menjadi magnet tersendiri bagi banyak wisatawan. Merencanakan perjalanan ke tempat yang jauh tentu saja perlu persiapan teliti. Perlu direncanakan kunjungan ke tempat wisata yang menarik dan penginapan atau hotel yang nyaman, aman, dan strategis agar akses ke berbagai tempat lebih mudah. Untuk mencari penginapan atau pun hotel yang terletak di tengah Kota Surabaya dan supaya tak bingung mencari yang tepat, bisa dicari referensi di internet, baik forum dan layanan OTA. Biasanya layanan seperti Wego dan Traveloka.com dapat menyajikan berbagai penginapan, termasuk di Surabaya sehingga bisa mendapatkan tempat yang sesuai dengan kebutuhan.

Sekarang, apa sajakah tempat-tempat menarik yang perlu dikunjungi untuk mengenal Surabaya? Lihatlah ulasan berikut ini.

1. Jembatan Merah

Jembatan Merah yang fenomenal telah menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Jembatan ini dulunya dibangun sebagai penghubung antara kawasan Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya. Pada masanya, kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan yang ramai, seperti terlihat pada kartu pos kota Surabaya yang menggambarkan keunikan suasana kota tuanya.

Kini, Jembatan Merah masih sama seperti ketika ia difungsikan pada masa kolonial. Yang berbeda hanyalah, pada 1890-an, kayu yang menjadi pembatas jembatan diubah menjadi besi dan diwarnai dengan warna merah. Sampai sekarang, Jembatan Merah telah menjadi ikon kota Surabaya. Berjalan-jalan di sekeliling kawasan ini, bisa melihat bangunan-bangunan tua dengan gaya khas masa kolonial Belanda. Museum House of Sampoerna hanya beberapa menit berjalan kaki dari Jembatan Merah.

2. Pantai Kenjeran

Pantai Kenjeran di Surabaya juga memiliki keindahannya tersendiri. Melihat matahari terbenam di pinggir Pantai Kenjeran sangat asyik sambil mencicipi ikan laut hasil tangkapan nelayan di sana. Menyantap ikan bakar sambil menikmati keindahan matahari terbenam pasti seru.

Pantai yang terletak sekitar 9 km dari pusat Kota Surabaya ini juga menawarkan area memancing, juga area bermain untuk keluarga, taman bermain untuk anak-anak serta area pacuan berkuda.

3. Masjid Cheng Hoo

Keragaman dan kekayaan budaya Indonesia, bisa dilihat di masjid ini. Jika mendengar kata masjid, yang terbayang dalam pikiran pasti bangunan bergaya Arab dengan kubah dan menara di beberapa sisinya. Tapi, tak ada kubah di Masjid Cheng Hoo. Mengapa demikian? Masjid ini justru lebih terlihat seperti pagoda atau klenteng dibandingkan masjid.

Masjid Cheng Hoo atau Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya didirikan atas kerja sama antara Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Jawa Timur. Unsur Tionghoa yang kental tampak dalam bangunan masjid ini, seperti pintu masuknya yang menyerupai pagoda serta beberapa ornamen khas lainnya berupa relief naga dan patung singa. Masjid ini merupakan bentuk keragaman budaya Indonesia yang tidak hanya dihuni oleh warga asli Indonesia, tetapi juga masyarakat keturunan Tionghoa.

4. Museum 10 November

Satu lagi tempat untuk mengenang jasa para pahlawan di Surabaya adalah Museum 10 November. Berlokasi di Jalan Pahlawan, tepatnya di bawah Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, bisa melihat koleksi-koleksi berupa foto-foto, senjata-senjata, berbagai koleksi peninggalan Bung Tomo, serta film dokumenter yang menggambarkan perjuangan para pahlawan di Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Paling seru berkunjung ke Museum Perjuangan 10 November ini tepat pada tanggal 10 November, ketika peringatan Hari Pahlawan. Anda bisa lebih menghargai perjuangan para pahlawan pada 10 November 1945 setelah melihat berbagai koleksi di sana. Anda juga bisa melawan lupa, bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil pertumpahan darah para pejuang kemerdekaan.

5. Pakuwon Food Festival

Rasa lapar setelah berkeliling Kota Surabaya mencari tempat-tempat yang unik dan menarik bisa dipuaskan dengan wisata kuliner unik. Perlu dicoba jajaran makanan di Pakuwon Food Festival. Bukan hanya makanannya yang beragam, di tempat ini juga bisa menikmati sajian live music yang diberikan setiap malam. Pakuwon Food Festival juga baru buka pada malam hari. Jadi, begitu datang, pengunjung akan disambut dengan kilauan lampu yang akan menambah indahnya malam di Kota Surabaya. Dari Pakuwon Food Festival, hanya dengan berjalan kaki bisa melanjutkan langkah ke East Coast Plaza untuk sekadar berbelanja.

Sampai di kota Surabaya harus dong wisata kuliner. Jangan lupa cicipi lontong balap.