Melepas Selera kuterjemahkan dari bahasa Minang  “malapeh salero “ yang dituliskan Mamih Lily tersayang  di komentar terdahulu “Festival Kuliner Minang nan Rancak”.

Melepas selera kurasa bisa dilakukan siapa saja yang menemukan kembali masakan kesukaannya sejak kecil..   Entah itu mahasiswa kost yang liburan pulang ke rumah orang tua, atau para keluarga pemudik yang pulang ke kampung halaman. Masakan kesukaan itu mungkin masakan ibu atau jajanan di sekitar tempat tinggal kita. Lalu, apa masakan atau makanan kesukaananmu teman?

Ketika kami menginap di rumah mama minggu lalu, mama menyediakan sayur daun ubi tumbuk biasanya padanannya gulai ikan sale, keduanya khas dari Tapanuli,  atau sambal lado ikan mas.

daun ubi tumbuk

Cara memasak  daun ubi tumbuk sebetulnya tak rumit, hanya jarang menemukan rimbang di sini. Rimbang itu jenis terong bulat kecil mirip leunca, yang membuat daun ubi (singkong) menjadi lebih manis. Untuk membuat gulai ikan sale juga biasanya mama menunggu kiriman dari kampung. Ikan sale  itu dibuat dari ikan limbat asap,  sejenis ikan lele dari sungai .

Bagaimana rasanya  mencicipi  makanan rumahan  kesukaan sejak kecil? Pasti teman bisa merasakannya, seperti menemukan harta karun bukan  ? Kita  makan  akan sangat lahap, bisa berulang-ulang menambah bukan? Seolah-olah tak mengenal kata kenyang? He..he… jangan ya, berhentilah sebelum kenyang.

sayur letuk-letuk

Lain lagi makanan  pelepas selera di rumah mertua. Karena berbeda suku, jenis makanan yang dikenal sejak kecil tentu saja ada perbedaan.  Salah satunya adalah sayur letuk-letuk yang  terbuat dari aneka sayuran seperti labu kuning, putren atau jagung muda, kacang panjang, dan jangan ketinggalan daun kemangi yang membuat sayur terasa wangi dan segar.  Jika ingin mencoba memasak sayur letuk-letuk bisa dilihat resepnya di blog lama ya.