Kampung Sampireun

Dapat ide dari komentarnya Wind di posting Burung Kowak Malam Abu, yang bertanya naik perahu nggak sewaktu di Kampung Sampireun .

Aku itu kan sebetulnya dari dulu takut banget naik kendaraan air, merasa tak berdaya, alasannya karena tak pintar berenang, bisanya cuma “ngapung” . Ada rasa gamang berada di atas perahu kecil, takut perahunya terbalik, takut goyangan perahu yang terkena riak air.

Rasanya sudah ada beberapa tulisanku yang menyinggung ini he..he.. Ini mau diceritakan lagi karena akhirnya aku berperahu di Kampung Sampireun karena “diperdaya”

Aku ke Kampung Sampireun itu bareng rombongan, bukan dengan keluarga. Sore itu kulihat teman sekamarku sudah dalam perahu yang tertambat di teras kamar. Dia sudah pegang dayung dan terus memanggil mengajakku masuk juga. Sudah pasti kutolak, aku tak yakin berani naik perahu berdua saja. Kubilang aku mau naik perahu yang didayung temanku yang lain yang kutahu sudah biasa berperahu.

Dia membujuk terus, dan mencoba buay aku yakin, katanya dia juga sudah sering mendayung perahu di danau Toba. Akhirnya aku masuk juga ke dalam perahu itu, belajar mendayung. Aduuh horor betul deh, perahu entah bergerak ke mana. Di dalam perahu aku sudah jerit-jerit. Akhirnya aku mendayung ikut aba-aba dari dia saja. Perahu berhasil maju mengarah ke pondok- pondok tetangga. Tak berani terlalu lama berperahu, apalagi menjelang magrib, kami segera menepi. Lega akhirnya bisa menjejak bidang datar lagi.

Malam harinya di kamar, temanku itu baru buka rahasia. Dia belum pernah mendayung sendiri, dasar ibu nekad ya, tapi penasaran ingin naik perahu. Dan kami tak pakai pelampung, setelah lihat teman lain berperahu dengan pengaman lengkap kami baru sadar di tiap kamar sudah disediakan pelampung. Hadeeeh.., untung nggak ada kejadian aneh.

rakit kampung sampireun

Esok harinya kami coba ikut naik rakit pemusik. Di rakit ini ada 4 orang pemusik yang memainkan gitar dan bas betot (bas yang gede banget itu), mereka bisa mengiringi kita bernyanyi. Mereka menyediakan buku syair lagu, jadi bisa deh kami menyanyi lagu-lagu oldies. Seruuu….. serasa di Venesia.

Sekali lagi kucoba naik perahu dengan petugas hotel yang menjemput barang-barang penghuni yang akan check out. Aku sekalian saja ikut dengannya, karena yakin bapak ini berpengalaman, merasa aman kan..

perahu kampung sampireun

Makanya, rasa takut itu jangan dipiara, kalau terus terpenjara dengan kekhawatiran dan tetap tak berani mencoba, pastilah tak akan ada pengalaman baru, tak ada cerita seru.