Borondong Garing, meskipun tak tahu arti lagu berbahasa daerah Sunda, tetapi tetap saja lagu itu asyik didengar. Mau tahu ah artinya, sebaiknya tanya kang Yayat atau Orin menterjemahkan.

Borondong garing
ider kota pilemburan
mekar lumaku diri
anu dagang bari mimitran

Borondong garing
haleuang katineung ati
jerit ciptaning ati
jeung hiliwirna angin peuting

Oleh-oleh Priangan di lingkung gunung
Majalaya Soreang Banjaran Bandung
hate jongjon lugina anu dikantun
narik ati matak luas nu ngabantun

Lagu berbahasa Sunda ini terdengar dari sebuah saung kecil di Kawah Putih. Di sana duduk seorang pemain kecapi atau kacapi alat musik petik khas Jawa Barat, yang menyanyikan lagu Borondong Garing. Pak Ali namanya. Betah sekali memperhatikan si bapak memainkan jemarinya di alat musik berdawai itu. Lagu daerah Sunda punya cengkok khusus yang kurasa enak didengar meskipun agak sulit meniru cengkok itu.

Update arti lirik lagu Borondong Garing seperti yang diberikan kang Yayat di kolom komentar : (terima kasih banyak kang)

Borondong = cemilan dari jagung mekar yang dicampur gula. Garing = kering.
Ider kota pilemburan = keliling perkampungan kota.
mekar lumaku diri = mengembangkan laku (=aktifitas) diri
anu dagang bari mimitran = yang berdagang sambil bersahabat

Borondong garing
haleuang katineung ati = suara yang nyanyi menyentuh kalbu
jerit = teriak, ciptaning = timbul ati = dari hati
jeung hiliwirna angin peuting = ditemani hembusan angin malam

Oleh-oleh Priangan di lingkung gunung = Oleh2 priangan di sekeliling gunung.
Majalaya Soreang Banjaran Bandung = Nama daerah di Bandung dan sekitarnya : Majalaya, Soreang dan Banjaran = nama kecamatan di Bandung.
hate jongjon lugina anu dikantun = hati betah dan senang (lugina = senang) sama yang ditinggal
narik ati matak luas nu ngabantun = menarik hatik menyebabkan berani bersama yang membawanya.

Kehadiran pemusik tradisional di daerah wisata memang bisa menambah daya tarik, Menurutku sih bisa membuat kita lebih meresapi keindahan suatu tempat, lebih terasa suasana lokalnya.

Berlainan dengan di Kawah Putih, gunung Patuha, di mana pak Ali disediakan tempat khusus, di kawasan wisata Danau Kembar, yaitu Danau di Atas dan Danau di Bawah, tak ada saung atau naungan yang disiapkan. Pemusik tiup tradisional ` ini ngamen berjalan ke sana ke mari sambil meniup suling. Alunan suling Minang tentu saja berbeda dengan alunan suling Sunda, apalagi alunan suling dangdut dari kelompoknya bang haji Rhoma Irama. Pokoknya bisa dibedakanlah.

Pak tua tentu saja tak bisa meniup suling sambil bernyanyi, tetapi dia punya kiat lain. Berselang-seling dengan tiupan sulingnya, beliau menceritakan hikayat kerajaan, dalam bahasa Minang yang sulit kutangkap. Sepintas si bundo yang menerangkan garis besar cerita si bapak.

Ingin mendengar lagu Borondong Garing ada play button ya, sengaja tak dibuat otomatis biar tak jadi kecelakaan suara menjafi cetar membahana, he..he…, karena aku sendiri pernah kaget ketika lupa mengecilkan pengeras suara si lappy.