Demi menuruti keinginan anak-anak yang sedang suka masakan negeri  sepatu lars Italia, segala keperluan kusiapkan. Pertama beli dulu buku resepnya, kemudian beli bahan-bahan yang tertulis di buku   masakan khusus lasagna, yang terdiri dari  pasta lasagna, daging giling, saus tomat, keju dan bumbu-bumbu semua sudah lengkap. Masakan ini dipersiapkan untuk makanan berbuka di bulan Ramadhan bertahun-tahun yang lalu.

Dari sekian banyak resep di buku itu kupilih lasagna saus Bolognaise, saus yang memang sudah biasa kumasak sebagai pasangan spageti. Pertimbangannya karena ini pertama kali akan masak lasagna, jadi sausnya yang sudah bisa saja agar tak terlalu merepotkan. Hanya tinggal belajar cara membuat saus putihnya. Membuat saus putih ternyata juga tak terlalu sulit. Maka dalam hitungan menit saus putih yang terbuat dari susu dan tepung  pun jadi.

Masalah timbul ketika akan menata  semua bahan di dalam wadah untuk dipanggang dalam oven. Di buku tak tertulis tentang pastanya. Sempat ragu, kok tak ada perintah merebus pasta, padahal di resep lasagna lainnya tertulis. Meski demikian, karena taat pada resep kuikuti saja, walau was-was pasta kering yang keras itu bisa meleleh dalam oven, karena pasta yang kupakai saat itu bukan pasta instan. Maka, pasta ditata berselang-seling antara saus Bolognaise, dilapis pasta saus putih berulang-ulang sampai wadah terisi penuh dan bagian atasnya ditaburi keju parut dan siap dimasukkan ke dalam oven.

Karena rasa ragu itu, maka beberapa menit kubuka oven, tak ada tanda-tanda pasta lasagna meleleh. Kututup lagi, mungkin sebentar lagi  kataku menghibur diri. lima menit kemudian kubuka lagi ovennya, masih tak ada perubahan, sementara jam dinding sudah menunjukkan sebentar lagi akan magrib. Panik melanda apa yang harus dikerjakan, padahal ini satu-satunya kudapan yang disiapkan untuk berbuka,dalam hati menyesali diriku yang sok pede lasagna akan sukses dalam waktu singkat.

Akhirnya kuambil keputusan, mengeluarkan wadah tahan panas dari dalam oven, lalu merebus lasagna yang masih tersisa dalam kemasan. Saus Bolognaise dan saus putih diambil perlahan-lahan dari adonan yang gagal  dan ditata ulang di wadah baru diseling dengan lasagna hasil rebusan yang sudah lunak. Cukup berhasil, walaupun tampilannya jadi amburadul tak secantik  penataan pertama. Kemudian dimasukkan kembali ke dalam oven.

Tapi apa daya, azan magrib sudah berkumandang, pasta belum matang terpaksalah keluargaku hanya berbuka dengan teh manis dan kurma, tentu saja  dengan sedikit menggumam kesal karena  tak ada kudapan lainnya. Ketika lasagna matang setelah agak lama menunggu. makanan ini  langsung diserbu dan ucapan enak terlontar dari mulut anak-anak. Alhamdulillah … lega….