Pembuatan Gulali "Cotton Candy" Arum Manis

One Day One Post hari ke  ini bertema  makanan masa kecil. Kalau mau cerita tentang jajanan masa kanak-kanakku dulu cukup banyak.  Tukang makan dan tukang jajan juga sih.   Jaman itu makanan kemasan masih sedikit. Paling banter ada permen cicak, asinan somboy, coklat yang gambarnya kincir angin Jajanan masa SDku  beda dengan di  masa SMP. Itu karena sekolahnya di  dua kota yang berbeda.

Nah,  sekolah lanjutan pertamaku di Balikpapan, Kalimantan Timur.  Makanan favorit masa SMP di kota Balikpapan itu khas.  Bukan bakso atau mi ayam lho. Memang ada juga gerobak bakso di situ. Tetapi aku sangat suka sanggar sambal terasi atau singkong rebus bumbu kacang. Jajanan ini dibeli di warung bagian samping sekolah.

Yuk, cerita sedikit.

1. Pisang Goreng Sambal Terasi

Sanggar sambal terasi. Bahannya  sebetulnya pisang goreng garing. Di sana orang menyebutnya dengan sanggar, kependekan dari pisang goreng. Pisang goreng ini  tak dimakan  begitu saja.  Namun uniknya sanggar dicocol dengan sambal terasi yang pedas. Jaman dulu kan masih tahan pedas, jadi sekali cocol itu sambalnya harus banyak. Mantap betul deh.

Sanggar sempat dimakan lagi saat reuni dulu di kota kenangan itu. Makanan kecil itu dibuatkan khusus oleh salah satu teman yang masih bermukim di sana. Senangnya, tahu saja dia teman-temannya banyak yang kangen makanan masa kecil. Tapi jajanan satu lagi tak ada.

2. Singkong Rebus Sambal Kacang

Singkong rebus sambal kacang sudah dikemas di plastik. Satu plastik itu sepotong singkong rebus yang sudah dicampur dengan sambal  kacang agak kental. Makannya ya langsung dari plastik.

3. Es Kopi Bir dan Es Temulawak

Sedangkan minuman favorit ada es kopi bir atau es temulawak. Penjual es ini bawa gerobak dengan berbagai jenis sirup yang dikucur di atas es batu yang banyak. Walau nama minumannya es kopi bir, tetapi itu bukan bir. Nggak tau kok bisa begitu, mentang-mentang warnanya hitam mungkin. Rasanya tak mirip kopi, lebih mirip ke rasa sarsaparilla menurutku sih.

4. Nasi Kuning Cakalang

Jajanan masa SD lain lagi. Tahun-tahun terakhir SDku dilalui di kota Sorong, Irian Jaya kini Papua Barat. Di sebuah pojok sekolah ada gubug   kecil sederhana tempat berjualan nasi kuning, dan panada. Oma ini kan orang Manado, jadi nasi kuningnya pun versi Manado. Lauk nasi kuningnya adalah ikan cakalang yang ditumis ditambah sambal roa dan  orek tempe atau telur dadar iris. Masakannya oma memang lezat banget. Sering sekali  kehabisan nasi kuningnya.

Salah seorang teman mainku adalah familinya oma. Dia tinggal di rumah oma.  Kalau warungnya sangat sesak, aku diajak ke rumahnya yang masih di lingkungan sekolah. Aku diajak masuk lewat dapur dan makan di meja dapur, he.. he.. Kangen deh dengan sobat kecilku ini. Sayang sedemikian lama mencarinya di dunia maya masih tak bertemu.

5. Panada

Panada itu juga salah satu warisan kuliner dari Manado. Panada  bentuknya seperti pastel. Adonan kulit dan isinya berbeda dari  pastel. Adonan kulit panada itu seperti roti goreng. Isiannya lagi-lagi dari ikan cakalang. Kesukaanku juga nih.

Ah masa sekolah  itu semakin dikenag semakin jadi kenangan manis. Ini menulisnya saja sambil senyum , tetapi lalu meringis.  Membayangkan jajanan favorit masa kecil ini jadi kepengen ada di depan mata saat ini juga.

Pasti akan sangat menyenagkan bila masih bisa menyantap  jajanan favorit ini kalau ada yang jual di sekitarku. Dari semua makanan yang disebut di atas hanya panada yang gampang didapat.   Penasaran dengan sanggar sambal terasi bisa dibuat sendiri, tapi tentu sensasinya berbeda ya. Nasi kuning ikan cakalang  menurut kabar dari teman Lid Bahaweres ada di Condet Jakarta Timur. Ah, jadi ingin berburu deh.
Teman, apa jajanan favoritmu dulu? Masih suka kangen nggak?