Kota Solo yang bernama resmi Surakarta  sudah dikenal luas dengan batiknya.  Tetapi selain batik   Solo juga dikenal punya banyak  makanan enak. Bahkan kota ini seolah tak pernah tidur, hingga larut malam masih bisa ditemui pedagang makanan yang masih saja diramaikan oleh pelanggan setianya.  Makanya  ada yang bilang Solo itu kota kuliner. Jadi harus banget wisata kuliner di kota Solo.

Selama dua malam menghabiskan liburan di kota Solo tentu tak mau melewatkan kesempatan icip-icip  hidangan yang legendaris. Rasa penasaran dan  ingin buktikan sendiri petualangan kuliner. Walau sangat sadar tentu tak banyak yang bisa dicoba dalam waktu dua hari, kapasitas lambung terbatas kan he.. he…  Tulisan ini salah satu serial foto wisata kuliner seperti pernah ditulis di Food Photo Story #4 Jajanan Kaki Lima Populer.

Wisata Kuliner Solo – sarapan pagi dan makan siang

1. Nasi Soto Ayam Gading

 

Soto Gading Solo

 

Suatu masa dahulu, kala masih berstatus mahasiswi tahun kedua pernah datang ramai-ramai berlibur dan menginap di rumah teman asal  Solo. Tiba pagi hari dengan kereta api dan perut terasa  keroncongan, tuan rumah mengajak sarapan  soto ayam Gading. Rasanya lezat banget, perut yang kosong terasa nyaman dilapisi kehangatan nasi soto ayam yang segar. Nikmatnya sampai terkenang puluhan tahun kemudian.

Keluarga kami tiba di Surakarta persis saat jam makan siang.  Menuntaskan kenangan kuajak keluargaku ke warung sederhana. Dalam rentang waktu sedemikian panjang  yang dahulunya hanya warung tenda pinggir jalan dengan beberapa buah kursi kayu panjang saja kini telah berkembang menjadi beberapa cabang. Supir mobil sewaan mengajak kami ke cabang Gading Wetan.  Katanya ini warung yang lama, entahlah.

Warung sederhana itu ramai tetapi pesanan nasi soto ayam dengan cepat segera diantar. Menikmati nasi soto ayam Gading yang hangat dengan kuah  bening,  rasa minimalis tetapi pas. Tambahkan sedikit kecap sambal dan sepotong perkedel gurih. Kelezatannya masih seperti dulu. Keluargaku menyukainya sehingga sarapan keesokan harinya datang ke sini lagi.

Makan di warung ini sambil belajar bahasa Jawa, he.. he.. Kita bisa dengar para pekerjanya meneriakkan pesanan pengunjung “nasi soto sekawan, teh kalih, kopi setunggal” dan juga langgam Jawa yang dimainkan 3 orang ibu berkain kebaya dekat pintu masuk.

2. Serabi Notosuman Ny Lidya

Serabi Solo sebenarnya sudah sampai Jakarta juga. Bahkan beberapa kali beli  serabi ini di toko kue dekat rumah. Ketenaran nama serabi Solo Notosuman yang membuat kami ingin mencicipi di tempat asalnya. Merk Notosuman itu adalah nama lama dari jalan M. Yamin.  Di jalan ini ada dua toko serabi yang pemiliknya masih berhubungan darah, keturunan dari pendiri usaha ini.

Toko kue  Serabi Notosuman Ny Lidya yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu (sejak 1923) ini kecil saja. Di bagian kiri depan  toko yang terbuka terlihat deretan wajan serabi di atas kompor gas. Pengunjung bisa melihat langsung proses   pembakaran serabi yang dilakukan para petugas.   Tampak di dekatnya ada wadah adonan serabi yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, gula dan garam. Bahannya sederhana tetapi dengan campuran yang pas membuat serabi terasa lembut dan gurih.

serabi Notosuman Solo

Di bagian dalam hanya ada satu buah etalase yang tak terlalu besar, lalu ada rak-rak berisi penganan kering untuk oleh-oleh, kue-kue basah dan sebuah kursi stainless 3 dudukan. Kebanyakan orang membeli serabi untuk dibawa pulang.  Kami ingin makan di tempat saja. Makanya serabi hangat yang baru diangkat dari tungku dihidangkan di atas tampah. Duduknya ya di kursi stainless itu. Sepuluh buah serabi orisinal dan tabur meises ternyata cukup mengenyangkan untuk 4 orang. Harganya Rp 25.000,-

Oh ya serabi Solo hanya dimakan begitu saja, tanpa kuah kinca atau oncom seperti serabi dari daerah lain seperti dari  Betawi dan Bandung.

Alamat Serabi Notosuman Ny Lidya

Jl. Mr. Moh. Yamin No.28, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57152

Telepon : (0271) 651852

Buka : 06.00 – 17.00

3. Rumah Teh Ndoro Donker

Runah Teh Ndoro Donker
Tentang Rumah Teh Ndoro Donker akan dituliskan tersendiri saja, fotonya banyak he.. he…  Kasih teaser saja deh ya. Lokasinya di Jl. Karangpandan – Ngargoyoso, Karanganyar – Jawa Tengah

 

Wisata Kuliner Solo – makan malam

1. Galabo Foodcourt

Nasi Liwet dan Cabuk Rambak di tengah

Galabo kependekan dari Gladag langen bogan artinya kurang lebih pusat makanan favorit di Gladag. Lokasi persisnya di samping benteng Vastenburg di jalan Kapten Mulyadi, di ujung jalan utama kota Solo, jl Slamet Riyadi.

Pada pagi hingga sore hari Galabo ini adalah jalan umum,  bahkan ada jalur kereta api.  Di malam hari jalan ini dipenuhi oleh  aneka  gerai makanan tradisional khas Solo  dan jajanan masa kini. Pengunjung bebas pilih duduk di bangku dan kursi di bagian tengah atau lesehan di atas tikar.

Katanya di tempat ini ada 43 kios dengan sajian jenis makanan yang berbeda satu sama lain. Cocok kan untuk rombongan yang anggotanya punya selera makan berbeda. Bingung juga menentukan pilihan, antara sate buntel, sate kere atau nasi liwet wk.. wk.. Minumnya aku pilih OBH, obat batuk hik, yaitu wedang yang hangat manis campuran jahe dan kencur.

Di Galabo inilah kami sekeluarga makan malam dengan   kang Yayat – mbak Lelly  beserta dua orang putra putrinya, pasangan blogger yang mukim di Solo. Suasana terjalin akrab di atas tikar lesehan. Mengutip oom NH “This is the beauty of blogging”.

Selagi menikmati berbagai menu yang ditawarkan para pedagang di sini, pengunjung akan ditemani hiburan musik yang semakin menambah nikmat suasana. Melewati malam di Kota Solo pun akan semakin terasa mengasyikkan dengan menikmati berbagai makanan yang ditawarkan di Galabo.

 

2. Juragan  Food Center Solo

Food Center yang baru dibuka beberapa bulan ini lokasinya di sekitar Pasar Kembang. Juragan itu singkatan dari Jujugan Para Penggemar Kulineran.

Juragan Food Center Solo

Ada sekitar 30 tenant yang ada di sini menjual makanan dari berbagai daerah dan penganan yang sedang hits saat ini.  Gerai yang ada antara lain gerai coiphan, seblak, yoghurt dan susu  dan lain-lain.

Pilihanku adalah sate kere dengan sambal kacang. Sate kere ini bukan berasal dari daging ayam, kambing atau sapi tetapi dari jeroan. Selain jeroan juga ada sate yang dibuat dari tempe gembus, yaitu tempe yang berasal dari ampas tahu. Rasanya unik tetapi enak kok. Makanan pilihan anak-anak  pun lezat. Tampaknya tenant di sini adalah pilihan.

Mudah-mudahan apa yang kami cicip selama dua hari ini bisa menunjukkan sebagian dari wisata kuliner kota Solo. Oh ya ada satu lagi restoran yang didatangi untuk makan malam hari terakhir , Godong Salam restoran bergaya Jawa yang ruangannya berhias ukiran. Makanannya juga lezat, teapi lupa difoto he.. he..