Adat Basandi Syara’

Syara’ Basandi Kitabullah

Syara’ Mangato Adat Mamakai

falsafah Minang yang terkenal

falsafah Minang yang terkenal

di depan KAN (kerapatanadat nagari) seperti balai pertemuan desa

di depan KAN (kerapatanadat nagari) seperti balai pertemuan desa

 

Maaf, masih posting foto saja, pemanasan sebelum ikut kontes motivasi Berwarna a la pak Marsudiyanto.

Atas pertanyaan mbak Made Sri Andhani dan Applausr Roms, maka kulengkapi lagi  tulisan ini  he..he…..

Barisan kalimat di awal adalah falsafah hidup masyarakat Minang yang sudah sangat dikenal. Semula kusangka falsafah itu hanya dua baris teratas, ternyata ada baris ketiga seperti tertera di plang di depan KAN (kerapatan adat nagari). KAN ini semacam balai desa tetapi yang memutuskan perkara atau masalah adalah para tetua adat. Balai Desa yang seperti di daerah lain,  yang menurut hirarki kepemerintahan juga ada.

Dari googling, ternyata falsafah orang Minangkabau ini  bermula di abad ke 19, di jaman pendudukan Belanda. Untuk mencegah perang saudara, dan fokus melawan penjajah, maka para tetua adat bermusyawarah sampai akhirnya terbit piagam Bukit Marapalam ( sumber : di sini ).

Kurang lebih arti falsafah itu ialah adat Minangkabau harus berlandaskan syara” (hukum agama), syara’ berlandaskan pada Kitab Suci Al Qura’an, syara’ yang mengatur dan adat yang menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.