Buku Cerita Lagu Anak Nusantara

Berbagai pihak mencemaskan sedikitnya peredaran lagu anak Indonesia berkualitas. Kata para ahli pendidikan, lagu anak memegang peranan penting di masa-masa proses tumbuh kembang kepribadian dan kecerdasan anak. Nggak menyangka kan kalau sebetulnya lagu adalah media awal edukasi buat anak kita.

Lagu anak jika didengar sekilas  terkesan liriknya sangat sederhana. Kalimatnya pendek to the point. Tentu maksudnya agar mudah dihafal. Tapi di balik kesederhanaannya ada nilai-nilai  pengajaran. Ambil contoh lagu Pergi Belajar karya Ibu Sud. Lagu ini mengajarkan sopan santun kepada orang tua sekaligus dukungan dan perhatian agar anak semangat belajar. Ada pula lagu dengan pengajaran operasi matematika, mengenal dunia hewan, alam dan lain-lain.

Saat meninabobokkan anaknya ibu bersenandung lagu-lagu anak lawas yang penuh unsur pengajaran. Hanya karena terlalu sering mendengar dari media lain seperti televisi, anak jadi ikut terbawa arus deh.

Apa jadinya jika anak balita hanya mengenal lagu-lagu berlirik tidak pantas yang agak menjurus ke pornografi. Ngenes kalau mendengar anak-anak  menyanyikannya. Belum lagi jika ditambah goyang seronok khas penyanyi dangdut dewasa. Penontonnya orang dewasa malah bertepuk tangan senang memuji kepintaran si anak.

Sebelumnya aku  pernah menulis tentang lagu anak  saat ada  acara Peluncuran  Buku Cerita  Lagu Anak Nusantara di bulan Desember 2015. Buku ini membuat optimisme muncul lagi.  Para seniman juga punya keresahan yang sama dengan kita orang awam.  Mereka berusaha mengisi kekosongan lagu anak berkualitas. Lagu-lagu yang tidak hanya menghibur tapi juga kaya akan unsur edukasi.

Buku itu adalah kumpulan lagu yang terkumpul dari acara Festival Lagu Anak Nusantara 2012 diselenggarakan okeh KEMDIKBUD. Dari festival itu selain dapat 10 buah lagu anak juga ada lomba penyanyi anak. Sekian tahun berlalu tanpa ada tindak lanjut. Teman masa kecilku Yen Sinaringati, penulis lirik lagu Cilukba, bersama teman-temannya mengajukan diri ke KEMDIKBUD untuk merekam dan sekaligus membuat buku cerita bergambar.

Lagu-lagu direkam dibawakan oleh   penyanyi anak hasil festival. Dibuat pula buku yang didasarkan pada lirik lagu. Cerita pendek dibuat oleh remaja 15 tahun Fiore Maheswari Danitta. Sedangkan ilustrasi  dikerjakan oleh Wickana. Adapun lagu-lagunya yaitu Tomat (ciptaan Mira Julia), Tamasya ke Luar Kota (Roedyanto), Lihat Gambarku (Sualuddin) , Super Hero (Zee Bee), Mama Papa Juara (Samsara), Adikku Sayang (Yudhi Bravianto), Cilukba (Sambobo dan Yen Sinaringati), Persada Nusantara (Joko Priyono), Terima Kasih (Hugo Agoesto), dan Aku Anak Indonesia (Chiquita Meidy)

Kiprah teman masa kecilku itu terus berlanjut.  Jumat 26 Agustus kemarin mengadakan Mini Konser Nyanyian Anak Nusantara. Acaranya di Galeri Indonesia Kaya.  Bekerja sama dengan sebuah maskapai penerbangan nasional di Hari Anak Nasional 2016 8 anak alumni Festival Lagu Anak Nusantara LAN menyanyi di dalam pesawat terbang di ketinggian 30.000 kaki.

Kerja sama PT. Musik Hana Midori yang menaungi para penyanyi anak berbakat itu  bertujuan ingin melestarikan lagu anak Indonesia yg sesuai dengan usia mereka.  Kerjasama berlanjut dengan diadakannya konsep Program Satu-Satu. Membeli satu buku Cerita dan Lagu Anak Nusantara dan menyumbangkan satu buku lagi untuk anak yg tidak mampu. Program tersebut dibundling dengan pembelian paket perjalanan wisata Jakarta  Denpasar bersama dengan anak2 Lagu Anak Nusantara (LAN) dan mengadakan kegiatan bermain bersama dengan permainan tradisional anak.-anak .

Kiprah para seniman ini mudah-mudahan mampu mengisi ruang lagu anak yang lama tak tersentuh. Lagu anak yang bisa menghibur  tapi juga mengandung unsur edukasi.