Cerita September

Awal September yang ceria yang mungkin hadir di rumah teman-teman semua rupanya belum sempat mampir ke rumah kami,  karena si bungsu sakit dan harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Alhamdulillah, ananda  saat ini sudah ada di  rumah.

Kejadiannya dimulai Selasa sore ketika adek merasa badannya panas. Obat penurun panas sudah kuberikan tetapi berhari-hari  panasnya masih naik turun, dan ada keluhan pegal dan perutnya merasa eneg, tetapi hebatnya dia tidak rewel dan merengek.

Sabtu pagi dibawa ke rumah sakit, hasil laboratoris pemeriksaan darah menunjukkan semua masih normal dan bisa pulang ke rumah. Tetapi dokter minta esok pagi diperiksa ulang karena curiga ada infeksi virus. Betul saja, trombosit (salah satu faktor pembeku darah) sudah turun banyak menjadi 90.000 (normal : 150.000 – 450.000), sehingga langsug dipastikan harus rawat inap untuk observasi DHF (dengue haermorhagic fever) atau demam berdarah.

Nyamuk demam berdarah memang tidak pilih-pilih sasaran ya he..he……padahal  aku itu kan salah satu tugasnya ikut memeriksa jentik di rumah warga di lingkungan kerjaku. Atau nyamuknya dendam sama pemeriksa ya…karena keturunannya dibasmi he..he…, entahlah adek tergigit nyamuk di mana, entah di sekolah,di rumah, rumah teman atau di rumah kerabat, atau tempat-tempat lain, karena memang sebelum sakit banyak tempat yang dikunjungi. Jadi, lingkungan sekitar memang harus bersih, cara pemeriksaannya  ada di sini.

Di rumah sakit adek langsung diinfus cairan elektrolit  RL (Ringer Laktat)  dan diperiksa darah pagi dan sore, untungnya adek sangat tabah, tak ada tangisan, dia tetap tenang dan anteng setiap kali pengambilan darah. Trombositnya turun terus  sampai 40.000. Infus (jaman dulu ada istilah jarum gantung) sampai habis 7 kantung.

Syukurlah hari Selasa kadar trombosit sudah meningkat, cocok dengan perkiraan dokter, pada hari ke 6 trombosit akan mulai berangsur-angsur kembali naik. Kalau dari hasil 2 kali pemeriksaan darah trombosit terus naik, adek diperbolehkan pulang.  Maka, Rabu siang kemarin adek sudah di rumah kembali.

Virus dengue  masuk ke tubuh manusia melalui gigitan si nyamuk belang, Aedes aegypti  dan menyerang sumsum tulang belakang yang menganggu  produksi trombosit sehingga jumlahnya terus berkurang.  Jika kadar trombosi berkurang mudah terjadi perdarahan. Virus  itu berkembang dan  merusak  sel kapiler pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah menjadi rapuh, mudah bocor,dan cairan dalam pembuluh darah mudah keluar ke jaringan ikat sekitarnya sehingga pembuluh darah kekurangan cairan. Jika sudah begitu pasien merasa lemah dan pusing.

Demam berdarah, seperti penyakit lain yang disebabkan oleh virus belum ada obatnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus bersifat self limiting disease, artinya  akan sembuh dengan sendirinya. Pengobatannya hanya bersifat simptomatis, yaitu mengurangi gejala saja, kalau demam diberikan obat penurun panas dan harus banyak minum. Pengobatan pasien DBD yang belum terlalu parah biasanya hanya pemberian cairan Ringer Laktat melalui infus untuk mencegah kekurangan cairan akibat demam dan muntah. Cairan kaya elektrolit baik untuk memperkuat sel sehingga organ-organ tubuh lebih kuat dan  bisa menjalankan fungsinya secara normal. Pada kondisi normal itulah sumsum tulang kembali memproduksi trombosit.

Peningkatan kadar trombosit pada pasien DBD sebetulnya terjadi secara alami. artinya sumsum tulang belakang secara alami memproduksi trombosit jika kadar dalam tubuh kurang. Bila  penambahan cairan tubuh terlambat dilakukan akan menimbulkan shock. Kondisi penderita DBD  biasanya mulai membaik pada hari ke 6. Ketika itu antibodi pasien kembali normal sehingga kadar trombosit pun mulai meningkat.

Tak ada pantangan makan dan minum untuk penderita DBD, kecuali ada alergi, boleh makan dan minum sesering mungkin. . Jadi jus jambu, sari kurma, jus daun pepaya, angkak atau minuman  elektrolit  yang banyak orang berpendapat bisa  menyembuhkan demam berdarah  semua boleh saja  diberikan asalkan  higienis.