buah coklat

Coklat tentu tak asing lagi buat kita. Si hitam manis ini memang legit tiada tara. Katanya coklat punya banyak manfaat antara lain sebagai antioksidan, menghilangkan stress, dll tapi juga dituding sebagai biang keladi penyebab karies gigi. Tentu saja coklatnya berupa produk olahan, lalu bagaimana dengan buah coklat asli yang ternyata tidak berwarna coklat?

Pertama kali lihat pohon cokelat atau kakao  (Theobroma cacao) di halaman rumah kost dulu. Bapak kost menanam  sebatang pohon cokelat di depan masing-masing kamar. Beberapa minggu setelah tinggal di kost itu ada buah cokelat yang matang.  Buah coklat cukup besar, berdaging buah tebal, makanya harus dibelah  dengan pisau. Bagian dalamnya berongga berisi biji. Yang biasanya diproses sebagai bahan baku coklat adalah biji sedangkan daging buahnya tidak dimanfaatkan. Ingin tahu rasa  buah coklat yang membuat kami memetik buah, ternyata setelah dicicip buah coklat itu rasanya asam dan kelat, sedangkan bijinya pahit. Jauh deh rasanya dari permen coklat.

Coklat matang warnanya kekuningan hampir oranye seperti foto atas, sedangkan buah yang belum matang  warnanya lebih cerah, biasanya hijau, merah, atau ungu. 

 buah coklat 
 

  buah coklat 

Pohon coklat banyak terlihat di sepanjang jalan saat mudik ke Lampung. Penduduk menanam coklat tak hanya di ladang tetapi juga di halaman rumah. Mungkin harga coklat cukup tinggi ya. Coklat ini berbuah sepanjang tahun. Buah coklat yang sudah dipetik dijual ke KUD (Koperasi Unit Desa). Indonesia termasuk 3 besar negara produsen biji kakao,  sebagai produsen  cokelat olahan baru mulai  dirintis di beberapa kota, seperti Coklat Monggo dari Yogyakarta dan Chocodot dari Garut.

Kurasa akan sangat menarik jika ada pemodal membuatkan agrowisata petik cokelat, melihat proses fermentasi biji cokelat, sampai jadi produk akhir permen coklat.  Aku mau jadi pengunjung pertama, he…he..

Close Up, sebagai tema WPC minggu ini, daun cokelat muda juga tak lupa dibuatkan close up nya.

 

daun pohon coklat