bunga putih "dandelion"

Dataran tinggi Dieng memiliki kemolekan alamiah yang masih belum banyak tersentuh oleh tangan-tangan ajaib pengembang pariwisata yang mampu menyulap obyek biasa menjadi obyek jelita kekinian di media sosial. Banyak hal sederhana yang  bisa dipindahkan ke keabadian  oleh mata kamera  smartphone.  Tentu  saja ini mungkin, jika memperhatikan keadaan sekeliling dan tak hanya fokus pada nafas tersengal kala menapaki  jalan menanjak menuju Batu Pandang Ratapan Angin, untuk melihat  tampilan sekaligus dua telaga kembar, Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Ketika melangkahkan kaki sambil melihat jalan sudut mata pun bisa melirik ke kiri kanan jalan setapak. Seringkali ada pemandangan unik, entah  tanaman liar berbunga mungil berbentuk istimewa, atau serangga yang sedang mencari sari bunga.

Bunga putih bundar seperti bola jarum dari tanaman liar hampir terinjak kakiku. Ah keindahan tersembunyi ini nyaris luput dari penglihatan. Kusentuh bunga itu dan serpihan jarum berbulu pun berderai beterbangan ketika kutiup perlahan.  Was it the weightless dandelion ? Benarkah ini dandelion yang dalam fiksi romantis sering dijadikan perlambang keberanian dan kekuatan? Meski  biji putih itu pipih mungil tak mampu melawan terpaan angin tetapi tangguh bertahan sampai terbawa ke tempat jauh, jatuh ke tanah dan menumbuhkan individu baru di situ. Jenis Dandelion yang bernama ilmiah Taraxacum itu juga  menyerupai banyak bunga lain  yang jumlahnya puluhan atau bahkan ratusan, ada juga kelompok tanaman lainnya yang punya sifat agak mirip sehingga ada pengelompokan baru yang oleh para ahli disebut dengan false dandelion. Ah ….. apakah yang kutemukan ini dandelion kw?

Sebelum mengunduh foto ini telah aku tanyakan kepada Bu Dey yang sering menampilkan foto bunga dandelion yang tumbuh di halaman rumahnya. Katanya  jumlah helaian jarum bibit dandelion di fotoku itu agak berbeda, terlihat sangat rapat. Bila bunga segarnya berwarna kuning, nah itulah dandelion, aduuh waktu itu tak terlihat bunga kuning. Iya,  bola dandelion putih itu bukanlah bunga yang asli. Bunga kuning yang sudah menua dn mengering itulah yang   berubah wujud menjadi bola putih.

Calla Lily

Kesederhanaan itu juga tampak pada ladang  sayur dan buah-buahan yang tak tertata rapi, dan sudah ditumbuhi gulma dan rumput liar. Berbagai jenis tanaman konsumsi tumbuh tumpang sari. Ladang di sekitar jalan setapak ini ditanami pohon carica, yang diselingi dengan kol, bawang prei dan cabe gendot, tanaman khas Dieng. Di antara tanaman pangan yang biasa dikonsumsi sehari-hari itu menyeruak sekuntum bunga yang seolah menjadikannya primadonna yang eksklusif dan cemerlang. Hanya sebatang bunga lily putih sederhana sebetulnya, tetapi dia tampak menonjol di keramaian warna hijau palawija. Sebuah rasa syukur terucap melihat kesuburan tanah yang mampu menumbuhkan kehidupan baru walau daerah ini terlihat kering.

Lily Putih "Calla Lily"