Alhamdulillah, Bunda yang satu ini adalah bunda yang sangat patut dijadikan contoh semangat berjuang dan semangat berkarya. Di sela-sela waktu terapi dan perjuangannya menghadapi rasa sakit, beliau tetap penuh optimisme dan ceria menjalani hidup. Tulisan-tulisannya di blog selama ini sudah menjadi semacam oase, panutan, tempat curahan hati bagi banyak teman. Semoga dengan terbitnya buku ini semakin banyak penyintas, entah kanker atau sakit apa pun itu, dan juga yang bukan penyintas dapat termotivasi.
Maju terus, Bunda! Salut! Salam.

buku bunda Lily

 

 

Paragraf pertama adalah endorsement yang kutulis untuk buku bunda Lily yang ketiga, “Mom, please stay alive”. Sungguh suatu penghormatan buatku ketika bunda mengajak membuat kata pengantar buku ketiganya ini. bersama dengan beberapa teman lain. Beliau punya dua blog Bundadontworry’s Blog dan Be Brave and Smart Survivor , bahkan lebih lho .. ada blog khusus puisi dan beberapa lainnya ( masih ada nggak bun ?)

Bunda Lily yang kutemui ketika kopdar pertama dua tahun lalu adalah seorang wanita lincah yang hangat, senang tertawa dan banyak bergurau. Setahun kemudian aku cukup kaget ketika dapat kabar sakitnya dari bundo LJ. Ya, awalnya bunda Lily cukup lama menutup diri. Tetapi ketika langsung kutelpon setelah dapat kabar itu beliau tetap hangat, rupanya bunda cukup cepat berubah ikhlas menerima cobaannya.

Keceriaannya bahkan tak berkurang ketika kami bertemu lagi di rumahnya setelah divonis menjadi penyintas chondrosarcoma, kanker tulang rawan.

Bayangkan saja, bunda masih bisa menyamar menjadi tukang songket waktu menelponku malam sebelumnya. He..he.., tapi mana bisa suaranya yang ceria itu mengelabuiku. Bunda mengabarkan teman-teman dari berbagai penjuru akan datang ke rumahnya. Ada bundo LJ dari Bukittinggi, kang Yayatdari Surabaya, kang vyan dari Kuningan, dan Inon dari Bekasi (eh, kenapa ya Inon bergaulnya dengan para lansia he..he..)

Di buku ini bunda menceritakan kisahnya sejak awal didiagnosa kanker. Rasa sakit dan semua gangguan kesehatan seperti gangguan tidur awalnya dirasa mengganggu, tetapi akhirnya beliau mendapat hikmah dengan tak bisa tidur malam beliau bisa lebih banyak beribadah dan menulis. Gangguan kesehatan itu dicoba diringankannya dengan memberi julukan khusus. Dirinya berubah menjadi toilet lover karena sering dapat jackpot alias sesi muntah dan diare. Juga sering kedatangan Mr Black, serangan yang membuatnya pingsan. Alasan bunda beri nama itu “biar keren dan tidak menakutkan”. Pengalaman beliau menjalani terapi yang cukup melelahkan karena juga harus berjuang menaklukkan kemacetan kota besar ke RSCM dihadapinya dengan sabar. Terus berjuang ya bunda, banyak teman yang mendoakan semoga bunda tetap terus kuat dan penuh semangat sampai akhirnya bisa menaklukkan si kanker ini sampai akarnya.