“Ancemon…. ancemon”

Panggilan ancemon itu selalu berulang setiap kali  aku bertemu dengannya. Entah siapa nama itu anak kecil yang berani betul merubah nama panggilan kakak yang merawat giginya, he..he… Masih kecil sudah berani bully mahasiswa cantik imut kinyis-kinyis. Namaku diubahnya sesuka hati mungkin karena salah satu suku katanya punya rima yang sama dengan bunyi ancemon. Tak sanggup mengingat nama anak tersebut rasanya wajar saja (bela diri …)  karena kejadian  itu terjadi di masa berpuluh tahun yang sudah   lalu. 

Anak iseng itu seorang bocah laki-laki berumur 5 atau 6 tahun yang salah satu  gigi geraham sulungnya kurawat dengan stainless steel crown. Perawatan gigi sulung dengan mahkota logam ini dilakukan karena lubang giginya sudah meluas dan tak bisa lagi ditambal dengan cara konvensional, padahal gigi penggantinya masih lama tumbuhnya. Perawatan gigi ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, beberapa kali kunjungan,  itu kiranya yang mengakrabkan kami sehingga membuat bocah lelaki ini  berani iseng. Kata ancemon itu baru sekali itu kudengar. Setelah ditanya katanya ancemon itu adalah  nama kue he..he.., kata dia kue itu banyak dijual di sekitar rumahnya di Pasar Minggu. Biar hati mangkel karena dibully anak kecil, tapi aku nggak sanggup marah kepadanya, lha wong aku perlu dia, apalagi susah cari pasien dengan kondisi gigi seperti dirinya.  Kasus konservasi gigi dengan mahkota logam pada anak-anak  itu salah satu kriteria persyaratan lulus dari bagian kesehatan gigi anak lho, dan kasus itu jarang ada lagi.

Peristiwa dibully anak kecil itu teringat lagi karena seorang teman membawakan sekotak ancemon buatan ibundanya. Aku langsung berseru ancemoooooon …, dan tertawa geli sendiri, lalu kuceritakan anekdot tersebut. Gelak tawa teman-teman langsung pecah . Setelah sekian lama kejadian itu akhirnya  barulah tahu rupa ancemon seperti apa.

Ancemon

Ancemon itu nama cemilan tradisional di kalangan masyarakat Betawi. Mari berkenalan dengan satu lagi masakan tradisional Betawi selain Kue Rangi. Ancemon terbuat dari singkong dan kelapa yang diparut. Teman lain bilang cemilan ini mirip srawut di Jawa. Ancemon ini  cemilan lokal sederhana, cemilan jaman dulu yang mulai jarang didapat  tetapi rasanya cukup enak, bikin pingin nostalgia, apalagi kalau makan sembari minum teh atau kopi di sore hari. Sedapnya…

Resep ancemon yang kudapat dari temanku  simpel sekali. Bahan-bahan yang diperlukan  hanya  singkong, sedikit gula merah atau putih , garam secukupnya dan kelapa parut segar. Cara membuatnya pun gampang.  Singkong yang sudah diparut kasar lalu dicampur dengan gula bila suka, tambahkan kelapa parut dan  sedikit garam. Kedua jenis bahan ini kemudian dicampur rata. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan kue berbentuk bunga mawar supaya tampilannya terlihat lebih menggugah selera makan.  Langkah selanjutnya adalah mengukus adonan kue di dalam dandang. Setelah dingin,ancemon dikeluarkan dari cetakan.   Penampakan tradisional ancemon biasanya singkong dan parutan kelapa dikukus terpisah, lalu parutan kelapa ditabur di atas singkong kukus.

Mau mencoba teman?   Dipersilahkan.. Btw ada yang pernah dibully karena nama?