Ada seorang fotografer blogger sebagai teman perjalanan itu sangat menyenangkan lho. Sudah pasti aku dijadikan obyek terus menerus, candid ataupun dengan arahan dan instruksi “harus pasang senyum”. Foto yang dihasilkan seribu lebih boleh kugunakan suka-suka. Jumlah foto yang banyak  darinya ditambah lagi foto dari keluarga sendiri (foto dari suami dan ananda) akan sangat sayang kalau cuma disimpan, he..he…, saatnya narsis nih…

eMak LJ itu banyak banget motret aku lagi berlagak fotografer, meskipun alat yang kupakai hanya telepon genggam, hi..hi.. bolehlah aku disebut telepongrafer saja. Menurutku sih sebaiknya foto yang tampil di blog itu karya sendiri, tak masalah alatnya hanya telpon genggam, yang penting harus berani tampil he..he…Kalau fotografer itu kan punya sisi keindahan, nah aku yang merasa tak punya “sense of beauty ‘ memadai itu, cukup mencari yang agak unik-unik saja.

Taruko

Contohnya fotoku  yang ini (pernah tampil di Tour de Ranah Minang : Menuruni Ngarai Sianok). Aku sedang membidik aliran air Batang Sianok yang akhirnya kutampilkan di   Weekly Photo Challenge : Movement .

Pemain Suling

Foto pak tua pemain suling  di wilayah Danau Di Atas dan danau Di Bawah, gunung Talang  ini pernah tampil di Lirik Lagu Borondong Garing. Aku suka sekali lihat komposisi foto ini, menampakkan dua obyek yang sama-sama asyik dengan pirantinya. Kamera yang kupegang itu punya LJ, dipinjamkan karena baterai teleponku habis.

belanja ikan bilih

Foto yang ini pak suami yang ambil. Belanja ikan bilih di tepian danau Singkarak tetap sambil memotret mayat ikan bilih bergelimpangan (istilahnya mama Calvin).

Cemara Puncak Lawang

Di puncak Lawang, titik tertinggi untuk melihat pemandangan danau Maninjau aku lihat ada plang peringatan yang mengambil ayat Al Qur’an. Keasyikan melihat plang ini  jadi tak sadar  polahku diperhatikan  si eMak.  Tempat ini asyik lho, sepi, tinggi, dingin, dan penuh cemara menjulang, sering dijadikan tempat peluncuran glider (paralayang). Papan peringatan ini juga pernah muncul di Sebelum Bertindak.

plang di pohon cemara