Tahun ini Lebaran kembali berkumpul di rumah mertua. Kami selalu  meninggalkan rumah di H-1. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya di hari itu puncak arus mudik sudah selesai, para penyeberang antar pulau hanya tinggal pemudik yang menuju kota-kota di ujung selatan pulau Sumatera sehingga jumlah pemudik relatif sedikit. Tetapi,ternyata tahun ini berbeda. Kami harus mengantri 3 jam baru bisa masuk ke ferry,biasanya tanpa antri.Di dalam ferry pun penuh, sehingga kami punya pengalaman baru, istirahat  di ruang khusus lesehan berbaur dengan banyak penumpang lain, karena ruangan berkursi sudah penuh.   Untungnya ruangan ini  berAC,

antrian kendaraan yang hendak masuk ke dalam ferry penyeberangan di Merak, Banten

 

Menara Siger penyambut pemudik setibanya di pelabuhan Bakauheni, Lampung

Pulang ke rumah keluarga suami mungkin tak bisa disebut mudik yang konotasinya pulang ke kampung halaman, karena letaknya di ibukota propinsi he..he…. Ada yang membedakan lebaran di sini dengan di Jakarta, yaitu rumah makan masih banyak yang buka, gampanglah mencari makanan selingan bila sudah bosan dengan makanan bersantan di rumah.

Kami sekeluarga tak lama di kota ini, karena hari ketiga Lebaran sudah harus masuk kerja lagi ….., kami tidak mendapat  jatah cuti bersama.

Ada yang lucu saat menyiapkan mobil untuk perjalanan pulang.  Di kursi tengah kutemukan ada plastik flip kecil berisi dua buah kurma. Kurma itu adalah makanan pembuka di acara buka bersamadi sekolah bungsu seminggu yang lalu. Berarti sudah semingu pula kurma itu ada di dalam mobil. Langsung meledak tawaku dan si papa.

Apa pasal?

Teringat peristiwa berbuka puasa di dalam mobil yang terjebak macet. Biasanya  selalu ada makanan kecil pembuka puasa di tasku,entah kurma, coklat atau makanan kecil lainnya untuk dimakan bila harus berbuka di jalan. Kali itu aku lupa mengisi lagi persediaan kurma,yang tersisa hanya sebutir kurma. Kuserahkan pada si papa, dia mengembalikan padaku. Akhirnya karena kami berdua tidak ada yang mau memakan kurma yang hanya sebutir itu, kurma dibagi dua, masing-masing separuh ..he…he….., padahal rupanya masih ada dua butir kurma lagi terselip di kursi tengah.