Benteng Vredeburg Yogyakarta

Benteng Vredeburg dan Taman Pintar Yogyakarta ini lokasinya sangat berdekatan, saling beradu halaman belakang. Dari halaman belakang benteng Vredeburg bisa langsung ke Taman Pintar, begitu juga sebaliknya.

Benteng Vredeburg gampang sekali dicapai karena seruas dengan jalan paling terkenal di kota Yogyakarta, jalan Malioboro, dan terletak di seberang istana kepresidenan, Gedung Agunjg.

Benteng Vredeburg (artinya perdamaian) dibangun Belanda pada tahun 1760. Benteng ini berbentuk persegi. Di tiap sudutnya ada bastion yang diberi nama Jayawisesa (barat laut), Jayapurusa (timur laut), Jayaprokosaningprang (barat daya), dan Jayaprayitna (tenggara). Menuju pintu masuk kita harus melalui jembatan karena ada parit yang dalam. Desain benteng di Eropa memang sekeliling benteng ada parit dalam yang berfungsi menahan serangan lawan. Sekarang parit hanya di bagian depan saja dan berfungsi untuk drainase.

Benteng Vredeburg sekarang menjadi museum. Di sini ada banyak diorama sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Diorama artinya penyajian peristiwa dalam ukuran kecil lengkap dengan suasana sekitarnya berupa patung orang, tumbuhan atau benda-benda pendukung lainnya dengan warna yang alami dengan perbandingan ukuran yang sesuai sehingga bisa menggambarkan keadaan aslinya.

Yogyakarta pernah menjadi ibukota negara Indonesia, 5 Januari 1946 sampai 1950. Salah satu diorama itu memperlihatkan presiden dan wakil presiden pertama RI ketika datang ke Yogyakarta untuk memimpin negara ini, beliau berdua melewati beringin kembar legendaris di alun-alun kidul keraton ( di alun-alun kiduli ini enak lho bisa main sepeda tandem, becak mini dan naik andong).

 

Museum ini sering juga menjadi lokasi pameran, seperti pameran seni yang memamerkan karya para seniman di halaman benteng Vredeburg.

Benteng Vredeburg Yogyakarta

 

 

 

Puas di benteng, langsung ke Taman Pintar, hanya jalan kaki saja. Taman Pintar ini bangunan baru yang terdiri dari beberapa zona. Di halaman depan ada playgorund dengan beraneka permainan yang bisa dimainkan anak-anak sementara orang tua antri membeli tiket masuk. Pada musim liburan antrian di loket memang panjang dan biasanya anak-anak jadi bosan menunggu, makanya bisa bermain sepuasnya di situ.

Ada beberapa gedung yang tiket masuknya berbeda-beda. Ada gedung PAUD Barat dan Timur yang punya fasilitas alat peraga dan permainan edukasi bagi anak-anak usia mulai pra TK. Gedung oval – kotak menampilkan bermacam-macam peraga berbasis edukasi sains. Di sini kita bisa mencoba berbagi macam alatnya, misalnya alat Van de Graf, untuk menguji listrik statis, alat peraga gempa bumi, peraga pencarian alamat, dan lain-lain. Semua alat peraga ini bisa dibuktikan cara kerjanya dengan dibantu penjelasan oleh instruktur, jadi kita bisa merasa rambut berdiri dengan alat listrik statis, merasa goyangan dengan alat gempa bumi, bisa lihat cara kerja badan kita. Anak-anak bisa sepuasnya bermain dan belajar di sini, pokoknya seru sekali. Selain itu ada teater 3 dimensi, planetarium, ruang audiovisual (bisa belajar jadi penyiar lho di sini)

Senang pastinya jalan-jalan ke sini, karena di satu lokasi banyak yang bisa didatangi. Semoga suatu saat Keke dan Nai bisa mencobanya ya.

 

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai