Sebetulnya sejak pertama kali  melihat serangga ini aku langsung teringat dua teman yang suka  menulis tentang kupu-kupu. Tetapi tak mendapat ilham bahan tulisan yang cocok untuk melengkapinya. Dari posting Mbak Ni Made Sri Andani  di Cara  Mengundang Kupu-kupu Hitam Berbando Putih ke Halaman dan beberapa tulisan lain  dan juga mbak   Imelda yang punya buku kamus kupu-kupu karena keluarganya penyuka kupu-kupu. Kuyakin mereka berdua bisa menjelaskan.

Serangga ini kulihat di Ciwidey beberapa waktu lalu.  Hanya ada satu ekor  serangga yang hinggap di plafon teras penginapan. Ukurannya cukup besar dibandingkan kupu-kupu pada umumnya, sayang tak ada pembanding di dekatnya.  Dari bawah kurentangkan jari-jari, kira-kira lebarnya sejengkal. Kupu-kupu ini cuma difoto dengan telepon genggam   dari bawah.  Dan tak bisa terlalu dekat karena takut malah terbang. Maklum  kalau  jadi agak buram. Sekian lama ia di posisi itu tanpa bergerak sedikitpun, hingga bisa dapat beberapa foto..

Hari ini di berita siang sebuah stasiun televisi ada kabar  di daerah Bantul warga menemukan kupu-kupu raksasa. Dari hasil searching mereka menduga hewan ini  bernama Attacus atlas. Warga sana menyatakan mereka baru pertama kali melihatnya. Wah, aku merasa beruntung sekali kalau begitu he..he…….. Warga daerah  yang masih penuh tanaman hijau saja baru pertama kali  melihat serangga besar tersebut. Hewan di tv itu kan mirip  dengan yang di fotoku. Langsung saja ide menulis timbul …

Dari Wikipedia, serangga ini disebut ngengat (aku bahkan tak tahu bedanya ngengat dan kupu-kupu he..he..). Akhirnya baru tahu ngengat itu umumnya adalah hama. Dan dari Wikipedia yang ini, hewan di  fotoku itu tampaknya hewan betina, fotonya kelihatan mirip dengan di Wikipedia.

Attacus atlas itu ngengat yang diduga terbesar di dunia jika  dilihat dari luas permukaan sayapnya.   Bentang sayapnya juga besar , bisa mencapai lebih dari 25 cm atau sebesar telapak tangan orang dewasa. Hewan ini ditemukan di hutan tropis dan subtropis di Asia Tenggara.

Jadi …tak sia-sia ya foto saja semua yang dilihat …whatever shoots (katanya Prima Primeedges .., eh ke mana ya dia …?) pasti akan berguna suatu saat nanti.

Update  berdasar komentar dari  mbak Ni  Made Sri Andani :

  • ya..itu benar Mbak nama latinnya Attacus atlas. Itu nama hewan yang paling pertama kuingat bahasa latinnya diantara nama latin binatang lain. Soalnya namanya bagus.
  • Nama Indonesianya sebenarnya adalah Rama-rama. Pernah nyanyi lagu gelang sipaku gelang kan? Nah inilah Si Rama-rama yang dimaksudkan dalam lagu itu. Kalau di Bali namanya Kupu-Kupu Barong (walaupun sebenarnya secara ilmiah bukan kupu-kupu)- ukurannya memang besar. Dulu waktu saya kecil, kupu-kupu barong ini sering tertangkap masuk ke rumah. Sekarang sdh mulai jarang. Mungkin karena tingginya penggunaan pestisida. Ulatnya juga besar sekali, diameternya segede jempol kaki orang dewasa. Warnanya hijau.
  • Benar sekali, sebenarnya ini adalah keluarga ngengat. Bukan kupu-kupu. Beda kupu-kupu dan ngengat yang mudah dilihat oleh orang awam adalah:
  • 1.belalai ngengat pendek, tebal dan berbulu., sedangkan kupu-kupu panjang, langsing dan melengkung. 
  • 2. kalau hinggap, ngengat cenderung mengembangkan sayapnya, tapi kupu-kupu cenderung menguncupkan sayapnya, sehingga susah dijepret dalam keadaan sayap mengembang. Walaupun beberapa kupu-kupu ada juga sih yang saya tahu mengembangkan sayapnya kalau hinggap – tapi itu tdk umum.
  •  3. Ngengat lebih banyak hidup dan aktif pada malam hari, kupu-kupu pada siang hari.

Ulat dari Attacus atlas  atau disebut juga kupu-kupu gajah ini ternyata juga menghasilkan sutera. Saat jadi kepompong helai-helai benang sutera ini akan  melindungi dirinya. Sutera dijalin menjadi kokon. Menurut Wikipedia  sutra yang dihasilkan Attacus atlas adalah sutra alam atau sutra liar yang dianggap kualitasnya lebih unggul dibanding sutra dari kokon ulat sutra hasil  penangkaran.

Attacus atlas termasuk jenis hewan polivoltin. Artinya rama-rama ini dapat hidup sepanjang tahun. Ia juga termasuk golongan serangga polifagus yang dapat hidup pada 90 jenis tumbuhan yang biasa dimakan oleh larva. Yang sering dijadikan pakan adalah daun tanaman dadap, gempol, keben, sirsak, alpukat dan senggugu.