Falsafah Hidup

Adat Basandi Syara’

Syara’ Basandi Kitabullah

Syara’ Mangato Adat Mamakai

falsafah Minang yang terkenal

 

di depan KAN (kerapatan adat nagari) seperti balai pertemuan desa

Maaf, masih posting foto saja, pemanasan sebelum ikut kontes motivasi Berwarna a la pak Marsudiyanto.

Atas pertanyaan mbak Made Sri Andhani dan Applausr Roms, maka kulengkapi lagi  tulisan ini  he..he…..

Barisan kalimat di awal adalah falsafah hidup masyarakat Minang yang sudah sangat dikenal. Semula kusangka falsafah itu hanya dua baris teratas, ternyata ada baris ketiga seperti tertera di plang di depan KAN (kerapatan adat nagari). KAN ini semacam balai desa tetapi yang memutuskan perkara atau masalah adalah para tetua adat. Balai Desa yang seperti di daerah lain,  yang menurut hirarki kepemerintahan juga ada.

Dari googling, ternyata falsafah orang Minangkabau ini  bermula di abad ke 19, di jaman pendudukan Belanda. Untuk mencegah perang saudara, dan fokus melawan penjajah, maka para tetua adat bermusyawarah sampai akhirnya terbit piagam Bukit Marapalam ( sumber : di sini ).

Kurang lebih arti falsafah itu ialah adat Minangkabau harus berlandaskan syara” (hukum agama), syara’ berlandaskan pada Kitab Suci Al Qura’an, syara’ yang mengatur dan adat yang menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

This entry was posted in wisata. Bookmark the permalink.

22 Responses to Falsafah Hidup

  1. personade says:

    meski foto saja tapi semarak dengan munculnya kerudung pink-nya bu monda …
    personade recently posted..Saya tidak pernah "Mulih Dhisik"My Profile

  2. Budi Arnaya says:

    Menunggu gerakan intinya mbak heeeee
    Budi Arnaya recently posted..Bulan SabitMy Profile

  3. Lidya says:

    semoga sudah panas sesudah poting foto ya bun :)
    Lidya recently posted..Idul Fitri 1433My Profile

  4. nique says:

    met idulfitri ya kak
    maafkan khilaf saya selama kita bertukar kata di sini :)

  5. Lho? Cuma baru foto doang ya.. penasaran Mbak, artinya apa ya falsafah itu..Saya tunggu ya..

    O ya Mbak Monda.. Selamat Hari Raya Idul Fitri ya.. Mohon maaf lahir bathin.
    Ni Made Sri Andani recently posted..Liburan Di Musim Kemarau Ini.My Profile

  6. kamal says:

    bu mon, itu foto yg di atas, saat di-klik kok dibilang ‘not found’? :-)
    atau itu biar nambah penasaran aja? :-)
    kamal recently posted..Pengalaman Lebaran di Kampung di Masa KecilMy Profile

  7. Pakde Cholik says:

    onde mande jeng Monda ranca banak
    Semoga segera menyusul mengikuti GAnya pak Mars
    Salam hangat dari Jombang
    Pakde Cholik recently posted..Gadis Molek Bagi RejekiMy Profile

  8. Applausr says:

    artinya apa tuh Ibu…. terjemahin dong….biar bisa mengerti juga falsafah hidup yang ditulis itu.ya..

  9. Mechta says:

    Tadinya saya juga hanya tau dua kalimat itu saja, ternyata ada kalimat ketiga to… trimakasih sdh berbagi info ini mbak… Foto2nya cantik, apalagi modelnya :)
    Mechta recently posted..UsaiMy Profile

  10. ded says:

    Mudah2an falsafah hidup masyarakat Minang tsb dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun mereka berada.
    Tidak hanya menjadi slogan belaka… :)

  11. Dani says:

    Sampe lupa. Mohon maap lahir batin. Sama seperti yang sebelumnya. Jadi penasaran sama acara intinya. :)

    Waktu di Lampung dulu sering denger dari nasabah dua baris pertama pedoman, baru tahu yang ketiga..
    Dani recently posted..Kisah SedihMy Profile

  12. Pingback: taruko–balingka | petualangan sang panaruko #1 « LJ.returns

  13. Pingback: taruko–balingka | petualangan sang panaruko #1 « LJ.returns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge